POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Politik

Politik Waras

Redaksi by Redaksi
Mei 3, 2025
in Politik
0

Oleh Arif Afandi

Jujur saya agak risau dengan diskursus politik yang terjadi belakangan ini. Karena yang di permukaan lebih banyak diskursus yang saling mengancam. Dengan bahasa kasar.

Bagi generasi yang pernah mengalami masa Orde Baru, suasana semacam ini pasti mencemaskan? Mengapa reformasi politik tak berhasil membangun peradaban politik yang lebih baik? Bahkan kembali ke masa sebelumnya.

Politik Waras - 964A9651 834A 4B3D 8C68 E092D6EF4B94 | Politik | Potret Online
Baca Juga
Analisis
BAGAIMANA JOKOWI MENDUKUNG GANJAR, MENCADANGKAN PRABOWO, DAN MENOLAK ANIES
28 Apr 2023

Indonesia, sebagai negara dengan warisan budaya luhur dan falsafah Pancasila, seharusnya menjadikan politik sebagai ajang adu gagasan. Bukan ajang saling mengintimidasi. 

Sayang, retorika kekerasan justru kian dianggap wajar. Bahkan dijustifikasi atas nama perjuangan atau pembelaan terhadap tokoh dan identitas politik tertentu. 

Politik Waras - b047f686 866e 43d5 8945 46323d377e75 | Politik | Potret Online
Baca Juga
#Fitnah
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam
19 Apr 2025

Ini jelas tak hanya mencederai semangat demokrasi. Tapi juga mengikis fondasi peradaban kita: rasa hormat, gotong royong, dan kesantunan.

Bahasa itu cermin jiwa bangsa. Saat bahasa politik dipenuhi caci maki dan ancaman, maka yang rusak bukan hanya moral para pelakunya. Tapi juga persepsi publik tentang politik itu sendiri. 

Politik Waras - 0ABDED79 3A43 4544 AAA7 4BCB69162AAF | Politik | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Antara Pj Gubernur dan Dirut BAS
12 Feb 2023

Kits bisa tak lagi melihat politik sebagai jalan mulia. Tapi medan konflik yang kotor dan berbahaya. Ini krisis yang diam-diam mematikan harapan kolektif akan masa depan politik yang lebih dewasa dan bermartabat.

Saatnya elemen bangsa—elite politik, media, tokoh masyarakat, dan warga biasa—merevitalisasi ruang publik dengan semangat peradaban. Kritik tetap penting. Perbedaan tetap sah. Tapi harus dalam bahasa yang membangun. Bukan meruntuhkan. 

Demokrasi yang sehat tidak anti-konflik. Tapi menempatkan konflik dalam koridor etika dan hukum. Bukan intimidasi dan kekerasan.

Membangun peradaban tidak dimulai dari mimbar besar. Tapi dari kesadaran kecil dalam memilih kata, menyikapi lawan, dan merawat perbedaan. 

Politik bukan soal siapa yang paling keras. Bukan siapa yang paling lantang. Bukan siapa yang mampu mengerahkan masa. 

Politik adalah soal siapa yang paling beradab. Soal siapa yang masih tetap waras. Di tengah arus deras berbagai kegilaan yang ada.

Ayo lurrrr….kembali waras. (Arif Afandi)

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Politik Waras - 4f4b958a 37b0 4ff0 ba09 1645928c4475 | Politik | Potret Online

Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah