POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Politik

Politik Waras

Redaksi by Redaksi
Mei 3, 2025
in Politik
0

Oleh Arif Afandi

Jujur saya agak risau dengan diskursus politik yang terjadi belakangan ini. Karena yang di permukaan lebih banyak diskursus yang saling mengancam. Dengan bahasa kasar.

Bagi generasi yang pernah mengalami masa Orde Baru, suasana semacam ini pasti mencemaskan? Mengapa reformasi politik tak berhasil membangun peradaban politik yang lebih baik? Bahkan kembali ke masa sebelumnya.

Politik Waras - B75D1055 80AF 43AA B48B 5098D137AA7E | Politik | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Malari 1974 dan Pertarungan Pemikiran Pembangunan
15 Jan 2023

Indonesia, sebagai negara dengan warisan budaya luhur dan falsafah Pancasila, seharusnya menjadikan politik sebagai ajang adu gagasan. Bukan ajang saling mengintimidasi. 

Sayang, retorika kekerasan justru kian dianggap wajar. Bahkan dijustifikasi atas nama perjuangan atau pembelaan terhadap tokoh dan identitas politik tertentu. 

Politik Waras - 6a4b4bc9 56c2 4beb 9e49 ea80a5747575 | Politik | Potret Online
Baca Juga
# Ironi
BENGKEL OPINI RAKyat
21 Apr 2025

Ini jelas tak hanya mencederai semangat demokrasi. Tapi juga mengikis fondasi peradaban kita: rasa hormat, gotong royong, dan kesantunan.

Bahasa itu cermin jiwa bangsa. Saat bahasa politik dipenuhi caci maki dan ancaman, maka yang rusak bukan hanya moral para pelakunya. Tapi juga persepsi publik tentang politik itu sendiri. 

Baca Juga
Bau Busuk
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
27 Mar 2025

Kits bisa tak lagi melihat politik sebagai jalan mulia. Tapi medan konflik yang kotor dan berbahaya. Ini krisis yang diam-diam mematikan harapan kolektif akan masa depan politik yang lebih dewasa dan bermartabat.

Saatnya elemen bangsa—elite politik, media, tokoh masyarakat, dan warga biasa—merevitalisasi ruang publik dengan semangat peradaban. Kritik tetap penting. Perbedaan tetap sah. Tapi harus dalam bahasa yang membangun. Bukan meruntuhkan. 

Demokrasi yang sehat tidak anti-konflik. Tapi menempatkan konflik dalam koridor etika dan hukum. Bukan intimidasi dan kekerasan.

Membangun peradaban tidak dimulai dari mimbar besar. Tapi dari kesadaran kecil dalam memilih kata, menyikapi lawan, dan merawat perbedaan. 

Politik bukan soal siapa yang paling keras. Bukan siapa yang paling lantang. Bukan siapa yang mampu mengerahkan masa. 

Politik adalah soal siapa yang paling beradab. Soal siapa yang masih tetap waras. Di tengah arus deras berbagai kegilaan yang ada.

Ayo lurrrr….kembali waras. (Arif Afandi)

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Politik Waras - 4f4b958a 37b0 4ff0 ba09 1645928c4475 | Politik | Potret Online

Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah