POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Politik

Politik Waras

Redaksi by Redaksi
Mei 3, 2025
in Politik
0

Oleh Arif Afandi

Jujur saya agak risau dengan diskursus politik yang terjadi belakangan ini. Karena yang di permukaan lebih banyak diskursus yang saling mengancam. Dengan bahasa kasar.

Bagi generasi yang pernah mengalami masa Orde Baru, suasana semacam ini pasti mencemaskan? Mengapa reformasi politik tak berhasil membangun peradaban politik yang lebih baik? Bahkan kembali ke masa sebelumnya.

Politik Waras - e3d17ca9 87b6 4251 91e9 4ed2c4ece080 | Politik | Potret Online
Baca Juga
# Kebijakan Trump
Omongan Presiden Cuma Jadi Omon-Omon: Kedaulatan Indonesia Masih Dipermainkan Amerika
16 Jul 2025

Indonesia, sebagai negara dengan warisan budaya luhur dan falsafah Pancasila, seharusnya menjadikan politik sebagai ajang adu gagasan. Bukan ajang saling mengintimidasi. 

Sayang, retorika kekerasan justru kian dianggap wajar. Bahkan dijustifikasi atas nama perjuangan atau pembelaan terhadap tokoh dan identitas politik tertentu. 

Baca Juga
Pendidikan
Memilih “Presiden” UI
03 Jul 2021

Ini jelas tak hanya mencederai semangat demokrasi. Tapi juga mengikis fondasi peradaban kita: rasa hormat, gotong royong, dan kesantunan.

Bahasa itu cermin jiwa bangsa. Saat bahasa politik dipenuhi caci maki dan ancaman, maka yang rusak bukan hanya moral para pelakunya. Tapi juga persepsi publik tentang politik itu sendiri. 

Politik Waras - 0E51C82A BA1B 4DB7 969C B335B28E7ACC | Politik | Potret Online
Baca Juga
Analisis
MENGAPA HARUS PERUBAHAN?
01 Mei 2023

Kits bisa tak lagi melihat politik sebagai jalan mulia. Tapi medan konflik yang kotor dan berbahaya. Ini krisis yang diam-diam mematikan harapan kolektif akan masa depan politik yang lebih dewasa dan bermartabat.

Saatnya elemen bangsa—elite politik, media, tokoh masyarakat, dan warga biasa—merevitalisasi ruang publik dengan semangat peradaban. Kritik tetap penting. Perbedaan tetap sah. Tapi harus dalam bahasa yang membangun. Bukan meruntuhkan. 

Demokrasi yang sehat tidak anti-konflik. Tapi menempatkan konflik dalam koridor etika dan hukum. Bukan intimidasi dan kekerasan.

Membangun peradaban tidak dimulai dari mimbar besar. Tapi dari kesadaran kecil dalam memilih kata, menyikapi lawan, dan merawat perbedaan. 

Politik bukan soal siapa yang paling keras. Bukan siapa yang paling lantang. Bukan siapa yang mampu mengerahkan masa. 

Politik adalah soal siapa yang paling beradab. Soal siapa yang masih tetap waras. Di tengah arus deras berbagai kegilaan yang ada.

Ayo lurrrr….kembali waras. (Arif Afandi)

Next Post
Politik Waras - 4f4b958a 37b0 4ff0 ba09 1645928c4475 | Politik | Potret Online

Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah