POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dunia Memang Tak Ramah pada Orang Susah

RedaksiOleh Redaksi
April 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ririe Aiko

“Kemiskinan tak selalu lahir dari kemalasan, melainkan dari sistem yang memilih untuk menutup mata.”

Di sudut jalan kota Bandung, saya bertemu seorang kakek tua penjual balon. Ia berdiri tenang, membawa belasan balon warna-warni yang bergoyang pelan ditiup angin sore. Yang menarik perhatian saya bukan hanya sosok rentanya, tapi tulisan di balon yang ia jual: Harga Seikhlasnya.

Kalimat itu sederhana, tapi memuat beban kehidupan yang tak terkatakan. Ada kepasrahan, ada harapan, ada doa yang dibisikkan dalam diam oleh seseorang yang sudah terlalu lama berjalan di jalan hidup yang berat.

Saya membeli beberapa balon, lalu kami berbincang. Kakek itu bercerita dengan suara yang tak lagi lantang, namun penuh keteguhan. Istrinya meninggal dunia karena sakit yang tak pernah tertangani. Biaya berobat tak mampu mereka jangkau, dan akhirnya ia hanya bisa mendampingi sang istri hingga nafas terakhir tanpa rumah sakit dan tanpa pengobatan layak.

Anaknya dua. Satu merantau jauh ke luar pulau, hidup seadanya. Satu lagi telah tiada, juga karena sakit yang tak terobati. Kini, kakek itu sendiri, berdagang balon demi bisa makan hari ini. Keluarganya yang lain tak bisa banyak membantu—bukan karena mereka tak peduli, tapi karena mereka pun berjuang keras untuk sekadar bertahan hidup.

📚 Artikel Terkait

Kebakaran di Israel: Antara Fenomena Ekologi dan Makna Spiritualitas dalam Tradisi Abrahamik

Syech Fadhil Minta Masyarakat Gelar Salat Istisqa

Badan Pendidikan Dayah Akan Perbaharui Data Dayah Banda Aceh

Papua Yang Luka dan Melahirkan Puisi

Saya terdiam. Di hadapan saya bukan sekadar seorang penjual balon, tapi potret nyata dari wajah kemiskinan yang sering kita lihat namun enggan kita selami. Di usia yang seharusnya dinikmati di teras rumah sambil menyesap teh hangat, ia masih harus berjalan menembus debu kota, menggantungkan hidup pada balon-balon kecil di tangan.

Dan ia bukan satu-satunya. Jika kita mau membuka mata lebih lebar, kita akan temukan ribuan—bahkan jutaan—kakek dan nenek lain di penjuru negeri ini yang masih berjibaku mencari nafkah. Bukan karena tak mau beristirahat, tapi karena tak punya pilihan. Mereka bukan menjadi miskin karena tak mau berjuang, melainkan karena sistem menjerat mereka dalam ketidakmerataan yang tak kunjung usai.

Kita hidup di negara yang katanya kaya sumber daya, namun kenyataannya terlalu banyak warganya yang hidup dalam kekurangan. Pendidikan tinggi tidak lagi jaminan kesuksesan, dan kesehatan pun menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Sementara itu, di sisi lain, para elite pejabat menikmati masa tua mereka dengan segala fasilitas, duduk nyaman di kursi empuk, hidup dalam kemewahan yang nyaris tak tersentuh realita rakyatnya.

Lalu, jika kesenjangan sosial sudah sedemikian menganga, siapa yang layak disalahkan? Lagi-lagi, mereka yang hidup dalam kekurangan diminta bersabar. Lagi-lagi, orang susah harus menelan pahitnya hidup seolah itu takdir yang tak bisa digugat.

Kadang, dunia memang tidak ramah pada mereka yang terpinggirkan. Mereka yang terjerat dalam lingkaran kemiskinan kerap kali tak punya jalan keluar, seolah hidupnya hanya berputar dalam labirin yang tak berujung.

Namun kita masih memiliki pilihan. Kita bisa terus menjadi bagian dari dunia yang tak peduli, atau mulai menciptakan ruang kecil dalam diri untuk peduli. Sebab, kadang hal paling manusiawi yang bisa kita lakukan adalah duduk sejenak dan berusaha menjadi pendengar yang baik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Barong Bola

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00