POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ternyata Salah

RedaksiOleh Redaksi
April 20, 2025
Ternyata Salah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Aniesa Salsabila

Pelajar SMPIT Nurul Islah Banda Aceh

“kukuruyuk-kukuruyuk” terdengar suara ayam berkokok, aku tersontak kaget segera bangun dan duduk di atas kasur. Aku menoleh ke arah jam dinding menunjukkan pukul 06.00. Segera mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Tak lupa sebelum berangkat sekolah aku sarapan dengan terburu buru. Setelah sarapan aku menghampiri ibu dan ayah untuk berpamitan berangkat sekolah. 

Tanpa berlama lama, akupun berjalan keluar rumah dengan tergesa gesa untuk menuju sekolah yang terletak jauh dari rumahku. 

      Aku melirik jam tangan, sudah menunjukkan pukul 07.30 pertanda sudah telat, aku langsung berlari dengan kencang agar bisa sampai ke sekolah. Dari kejauhan sudah terlihat bangunan sekolah yang berwarna hijau dari balik pepohonan. Saat sampai di depan sekolah ternyata pintu pagar sudah ditutup.” Haduh hari ini terlambat lagi”ucapku sembari membungkukkan badan dan  memegang kedua lutut, karena lelah berlari. 

Aku memutuskan untuk duduk di samping pagar sembari menunggu guru untuk membuka pintu pagar.

    “Terlambat lagi kamu Nia, setiap hari terlambat, bingung saya mau kasih hukuman apa” ujar suara tersebut. Seketika aku langsung kaget dan berdiri,” ii-yaa b-buu maaf” ucapku terbata bata karena takut akan di tegur.” 

Ya sudah! masuk ke kelas, sekarang pelajaran ibu” ucap bu Yani guru IPS. Langsung aku berjalan menyusuri koridor sekolah dan masuk ke kelas 8-1.” Eh Nia kamu terlambat lagi hari ini” tanya Fika sahabatku.” Iya Fik, aku telat bangun. Sudah cape lari larian eh sampai ke sekolah telat juga, ketemu sama bu Yani lagi pagi pagi haduh bikin badmood aja” ujarku sembari meletakkan tas di atas kursi.

   “Ekhem permisii” ucap bu Yani memecahkan keributan kelas. Bu Yani pun melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas dan duduk di meja guru.”siapa yang disini namanya Nia” tanya bu Yani dengan nada yang agak tinggi. Mendengar namaku disebut aku tersontak kaget “ss-saya bu” ucapku dengan gugup.”. Tolong maju ke depan, dan jelaskan apa alasan kamu selalu pergi sekolah terlambat” ujar bu Yani. 

📚 Artikel Terkait

Mengabu Usia

Tsunami, Sebuah Memori

TANJAKAN KAKI KOKOHMU

The Unsung Heroes: Honouring the Role of Teachers in Society

Dengan segala keberanian langsung aku maju ke depan kelas dan berdiri di depan semua murid.” saya terlambat karena rumah saya jauh bu” ujarku kepada bu Yani.” Oh jadi karena rumah kamu jauh kamu terlambat, emang tidak bisa bangun lebih awal ya?  Ya sudah kamu berdiri di atas meja selama pelajaran ibu karena kamu tidak disiplin” jelas bu Yani.

 “ TETETETET” bunyi bel istirahat pertanda pelajaran telah usai. Semua murid berhamburan keluar kelas. Dengan badan yang lemas aku duduk kembali di atas kursi setelah menahan pegal berdiri di atas meja.”Niaa yuk jajan”ajak Fika ,”Ngga Fik kamu aja duluan”jawabku. Aku benar benar lelah hari ini.”Huh bu Yani bener bener kejam” ketusku dengan kesal.

    Jam istirahat aku habiskan sendirian di dalam kelas sembari bermain rubik.” heh Nia dipanggil bu Yani ke bk” ucap Fika memecahkan fokusku yang sedang mengotak atik rubik.” Hah ngapain lagi aku ke bk? Sudah cape berdiri selama pelajaran ips” ucapku. Dengan perasaan kesal aku menuju ke ruangan bk, terlintas di fikiranku apa karena aku tak menghiraukan teguran teguran halus dari guru

”Permisi buk, tadi ibu manggil saya ya keruangan bk” Ucapku  menghampiri bu Yani di ruang bk. 

”Iya Niaa, silahkan duduk”jawab bu Yani. 

Seketika aku dilanda keringat dingin karena aku melakukan kesalahan yang sama lagi.

”nak ibu harus gimana lagi biar kamu tidak terlambat, kamu tahu kenapa ibuk berdiriin kamu di atas meja? ”tanya bu yani.”

Tidak buu”jawabku.”Karena lelah kamu hari ini tidak sebanding dengan lelah kamu di masa depan, jika kamu tidak disiplin. Ibu menghukum kamu bukan karena ibu kejam, tetapi karena ibu sayang pada kamu. Ibu ingin semua murid ibu jadi anak yang sukses” Jelas ibu Yani.

Tak terasa ternyata air mataku berlinang, penilaianku terhadap bu Yani salah.Ternyata bu Yani menghukum aku karena ibu ingin seluruh muridnya menjadi anak yang sukses termasuk aku. Akupun berterima kasih kepada bu Yani karna telah menyadarkanku bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan di masa depan.”Maaaf ya bu ternyata selama ini penilaian saya terhadap ibu salah. Ternyata ibu menghukum saya karena ibu sayang terhadap saya”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Sebelum Dimakamkan

Sebelum Dimakamkan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00