Opini · Potret Online

Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

Penulis  Tabrani Yunis
Maret 13, 2025
8 menit baca 754
Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya - 66C41DA9 41C2 44FA 891D E20EBFB08FF4 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiKala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

Tentu masih sangat banyak manfaat lain dari geografi tersebut, apalagi kita kaitkan dengan pelajaran sekolah. Namun ketika pengetahuan umum sekitar geografi dan sejarah bangsa sendiri, semakin dianggap tidak penting dan tidak perlu diketahui, sehingga ketika kita bertanya pertanyaan yang berkaitan dengan geografi dan sejarah, mereka merasa tidak perlu diingat atau dipelajari.  Pengetahuan tentang geografi dan juga sejarah, geohistori, dianggap bukan pengetahuan yang bisa menghasilkan banyak cuan atawa uang. 

Rendahnya pengetahuan atau lebih ekstrim lagi, hilangnya pengetahuan geografi di alam pikiran generasi sekarang yang kita golongkan sebagai generasi milenial dan gennerasi Z&A, tentu disebabkan oleh banyak faktor. Namun dari sekian banyak faktor tersebut baik internal maupun eksternal, faktor utama yang menjadi akar masalahnya adalah faktor rendahnya kemampuan literasi yang diawali dengan menurunnya minat membaca, sehingga kurang membaca yang bermuara pada tendahnya daya baca. Ditambah parah pula olehnya mindset yang memandang pengetahuan geografi itu tidak penting.

Jadi, wajar kalau mereka idak memiliki informasi atau pengetahuan tentang geografi, bahkan negeri mereka sendiri. Namun, apakah ketika generasi milenial atau pun Genzi, tidak merasa pelu mengetahui atau memahami tentang negeri sendiri tidak akan memberikan dampak apa-apa?

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Artikel ini merupakan tulisan opini. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Redaksi Potret Online.
Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...