Opini · Potret Online

Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

Penulis  Tabrani Yunis
Maret 13, 2025
8 menit baca 752
Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya - 66C41DA9 41C2 44FA 891D E20EBFB08FF4 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiKala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

Ya,  sambil menunggu jawaban darinya, yang ia pun membuka HP untuk mencari pertolongan jawaban di Google, dan penulis pun melanjutkan percakapan itu dengan bertanya lagi, Aceh itu di mana?  Ia pun menjawab, di Indonesia. Ya, benar, tetapi lebih spesifik lagi, di pulau apa?  Kembali ia bingung. Lalu, penulis jawab sendiri. Aceh berada di  pulau Sumatera. Ya, di ujung barat Sumetara. Ia mengangguk-angguk. Entah, mengerti, entah pula merasa malu karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu

Ternyata memang, kedua pertanyaan ini semakin sulit dan tidak bisa dijawabnya. Lalu, sebagai orang tua yang bukan dari kalangan milenial, atau generasi X, tetapi generasi baby boomers, merasakan langsung perbedaan generasi dulu dengan sekarang, di mana generasi dahulu yang hanya bisa mengakses sedikit informasi, namun tidak buta geografi atau pun sejarah. Jangankan menceritakan tentang Aceh dan kabupaten /kotanya, seluruh Provinsi dan kota di Indonesia bisa dijelaskannya. Bisa jadi, ini dianggap kasuistik, karena tidak melakukan survei atau penelitian yang menggunakan sampling yang besar. Namun demikian, ini adalah hal yang seharusnya diteliti oleh pihak yang memiliki otoritas melakukan penelitian, seperti perguruan tinggi. Dikatakan demikian, karena banyak fakta bahwa kondisi semacam ini banyak ditemukan juga di dunia pendidikan tinggi.

Oleh sebab itu, ini bukan hanya satu kasus satu anak penulis sendiri yang mengalami buta geografi dan sejarah, ia masih kelas 3 MTsN setingkat SMP. Bisa jadi itu wajar. Nah,  di level mahasiswa jenjang S1 dan bahkan juga sudah S2 mengalami buta geografi dan sejarah tersebut. Penulis sebagai seorang pegiat literasi sering menemukan kenyataan ini.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Artikel ini merupakan tulisan opini. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Redaksi Potret Online.
Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...