• Latest
Memaknai Berbuka dengan Seteguk Air

Memaknai Berbuka dengan Seteguk Air

Maret 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Memaknai Berbuka dengan Seteguk Air

Refleksi Ramadhan

Redaksiby Redaksi
Maret 9, 2025
Reading Time: 4 mins read
601
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kepekaan sosial dan jiwa yang penuh syukur. Namun, realitas sosial menunjukkan tantangan. Ketika berbuka menjadi ajang “perlombaan” hidangan, esensi kesederhanaan itu memudar. 

Budaya konsumtif yang didorong oleh iklan dan tren media sosial sering kali mengalihkan fokus dari makna sejati puasa. 

Padahal, jika kita kembali pada sunnah, Rasulullah SAW berbuka dengan cara paling sederhana, kurma dan air sebagai teladan bahwa kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya makanan, tetapi pada ketenangan hati yang bersyukur.

Simpul

Ramadhan adalah cermin bagi kita untuk melihat kembali makna hidup melalui lensa kesederhanaan. Berbuka dengan seteguk air mengajarkan bahwa nikmat terbesar bukan pada kemewahan, melainkan pada kesadaran akan anugerah kecil yang sering terlupa. 

Di tengah fenomena sosial yang cenderung konsumtif, momen ini menjadi panggilan untuk kembali pada esensi bersyukur, berempati, dan kepekaan terhadap sekitar. Mari jadikan Ramadhan bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai perjalanan jiwa yang membawa kita lebih dekat pada nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan. Seteguk air bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga pengingat bahwa dalam kesederhanaan, kita menemukan kebesaran makna hidup.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Biodata: 

Muh. Sulaiman Rifai Aprianus Mukin. Lahir di Ende, 27 April 1970, merupakan ASN pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, saat ini sebagai Pengawas Sekolah Tingkat Menengah. Menyelesaikan studi S1 Fakultas Tarbiyah pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Kupang Tahun 1995, menyelesaikan studi S2 Magister Pendikan Agama Islam di Univesitas Muhammadiyah Malang Tahun 2025. Selain memperoleh gelar akademik, penulis pun memperoleh gelar non akademik Certified Planning and Inventory Management (CPIM). Penulis saat ini sedang merintis taman baca Savana Iqra (IQ), selain itu bergabung dalam “Komunitas Penulis Lembata” juga sebagai “Penakar Literasi” Menulis beberapa artikel pengabdian masyarakat dalam buku antologi “Menuju Indonesia Emas 2045” di tahun 2023, buku “Revitalisasi Ilmu Sejarah dan Budaya dalam Dunia Pendidikan” dan buku “Aspek Pembelajaran Kewarganegaraan, Hukum dan Politik” di tahun 2024 dan beberapa buku antologi Cerpen dan Puisi di tahun 2021 sd sekarang. Penulis juga menulis opini/headline di beberapa media online, penulis dapat ditemui di akun Facebook @RifaiAprian, IG @Rifai_mukin

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

‎Kafe, Rumah Singgah Bagi Peradaban Manusia Modern

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com