POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Memaknai Berbuka dengan Seteguk Air

Refleksi Ramadhan

RedaksiOleh Redaksi
March 9, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Esensial Seteguk Air

Berbuka dengan seteguk air, bukan sekadar kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang menjadi sunnah, tetapi juga mengandung hikmah mendalam. Secara fisik, air adalah kebutuhan paling dasar dan pokok bagi umat manusia di belahan bumi manapun. 

Setelah seharian berpuasa, tubuh yang kehausan menemukan kelegaan pertama kali melalui air, sebelum menerima asupan lain. Pelajaran yang kita dapatkan, yaitu menghargai hal-hal esensial dalam hidup yang sering dianggap remeh, seperti udara, air, dan kesehatan.

Tindakan berbuka puasa dengan seteguk air, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, bukan hanya sunnah, tetapi dijiwai dengan kebijaksanaan yang signifikan. Dari perspektif fisiologis, air mewakili kebutuhan paling mendasar untuk rezeki manusia. Setelah satu hari puasa, tubuh yang kering menemukan penghiburan awalnya dalam air, yang memfasilitasi hidrasi dan revitalisasi.

📚 Artikel Terkait

Gen Z Nepal: Dari Flexing di Medsos Hingga Revolusi Sosial

Covid, Sudahi Kabarmu!

95% Lulusan SMAN Unggul Harapan Persada Tertampung dii PTN

Aceh dan Salem: Jejak Sejarah Dagang yang Terancam Terhapus

Kebijaksanaan yang mendasari praktik ini adalah untuk menanamkan dalam diri kita apresiasi terhadap komponen dasar keberadaan, seperti udara, air, dan kesehatan. Adalah umum bagi individu untuk meremehkan pentingnya elemen-elemen vital ini sampai mereka dihadapkan pada ketidakhadiran mereka atau situasi kelangkaan. 

Dengan menumbuhkan rasa syukur dan perhatian penuh untuk aspek kehidupan yang tampaknya sepele, kita dapat terlibat dalam keberadaan yang lebih bertujuan dan sadar.

Secara spiritual, momen berbuka dengan air adalah simbol kerendahan hati. Dalam Al-Qur’an, air disebut sebagai sumber kehidupan (QS. Al-Anbiya: 30), dan melalui seteguk air, kita diajak merenungkan betapa kecilnya kita di hadapan Allah yang Maha Memberi. Kesederhanaan ini juga menjadi jembatan empati, ketika kita memahami nikmat seteguk air, kita tersentuh untuk memikirkan mereka yang tak punya akses pada hal sekecil itu. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

‎Kafe, Rumah Singgah Bagi Peradaban Manusia Modern

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00