Dengarkan Artikel
Esensial Seteguk Air
Berbuka dengan seteguk air, bukan sekadar kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang menjadi sunnah, tetapi juga mengandung hikmah mendalam. Secara fisik, air adalah kebutuhan paling dasar dan pokok bagi umat manusia di belahan bumi manapun.
Setelah seharian berpuasa, tubuh yang kehausan menemukan kelegaan pertama kali melalui air, sebelum menerima asupan lain. Pelajaran yang kita dapatkan, yaitu menghargai hal-hal esensial dalam hidup yang sering dianggap remeh, seperti udara, air, dan kesehatan.
Tindakan berbuka puasa dengan seteguk air, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, bukan hanya sunnah, tetapi dijiwai dengan kebijaksanaan yang signifikan. Dari perspektif fisiologis, air mewakili kebutuhan paling mendasar untuk rezeki manusia. Setelah satu hari puasa, tubuh yang kering menemukan penghiburan awalnya dalam air, yang memfasilitasi hidrasi dan revitalisasi.
📚 Artikel Terkait
Kebijaksanaan yang mendasari praktik ini adalah untuk menanamkan dalam diri kita apresiasi terhadap komponen dasar keberadaan, seperti udara, air, dan kesehatan. Adalah umum bagi individu untuk meremehkan pentingnya elemen-elemen vital ini sampai mereka dihadapkan pada ketidakhadiran mereka atau situasi kelangkaan.
Dengan menumbuhkan rasa syukur dan perhatian penuh untuk aspek kehidupan yang tampaknya sepele, kita dapat terlibat dalam keberadaan yang lebih bertujuan dan sadar.
Secara spiritual, momen berbuka dengan air adalah simbol kerendahan hati. Dalam Al-Qur’an, air disebut sebagai sumber kehidupan (QS. Al-Anbiya: 30), dan melalui seteguk air, kita diajak merenungkan betapa kecilnya kita di hadapan Allah yang Maha Memberi. Kesederhanaan ini juga menjadi jembatan empati, ketika kita memahami nikmat seteguk air, kita tersentuh untuk memikirkan mereka yang tak punya akses pada hal sekecil itu.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





