• Latest
Mengenal Intan, Gubes Termuda - 3d47b961 3de1 4996 8ac0 7178c1bf257b | Perempuan | Potret Online

Mengenal Intan, Gubes Termuda

Desember 31, 2024
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Mengenal Intan, Gubes Termuda - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Perempuan | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Mengenal Intan, Gubes Termuda

Redaksi by Redaksi
Desember 31, 2024
in Perempuan, Prestasi, Profil
Reading Time: 2 mins read
0
Mengenal Intan, Gubes Termuda - 3d47b961 3de1 4996 8ac0 7178c1bf257b | Perempuan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Rosadi Jamani
Ketua Satupena

Gedung Serba Guna Universitas Lampung (Unila), Selasa, 31 Desember 2024. Sebuah panggung megah bersiap menyambut perempuan luar biasa, seorang inspirasi hidup, bukti bahwa mimpi bukanlah sekadar bunga tidur. Di usia 39 tahun, Intan Fitri Meutia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar termuda.

Baca Juga
  • Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah
  • 🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Tiga puluh sembilan tahun. Sebagian dari kita mungkin menghabiskan usia ini masih bergulat dengan quarter-life crisis, bingung antara menyerah atau mencoba lagi. Tapi Intan? Ia memilih menulis takdirnya sendiri, dengan tinta kerja keras, pena keberanian, dan kertas penuh pengabdian.

Perjalanan Intan adalah puisi yang tak hanya indah, tapi juga tajam menusuk hati. Tahun 2012, ia meraih gelar magister di Universitas Indonesia, fokus pada administrasi dan kebijakan publik. Namun, alih-alih berpuas diri, ia mendobrak batas lebih jauh. Melalui beasiswa LPDP, ia terbang ke Jepang, ke Kanazawa University. Di sana, ia mempelajari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, Manajemen Publik dengan fokus pada kebijakan sosial, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca Juga
  • Mengenal Lisa Mariana
  • Membaca Catatan Perjalanan Bisnis Founder Owner PT BALAD GRUP, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy: Membumi Di Vietnam

Tiga bidang besar. Tiga pertaruhan. Tapi Intan tak gentar. Ia tahu, perjuangan untuk perubahan tidak bisa setengah hati. Itu ia buktikan.

Lima puluh satu publikasi ilmiah.
Bukan hanya angka. Bukan hanya statistik. Ini adalah lima puluh satu pintu yang membuka cakrawala baru di dunia kebijakan publik, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Lima puluh satu cara Intan berkata kepada dunia, “Aku hadir. Aku bekerja. Aku peduli.”

Baca Juga
  • Yusdarita: Perempuan Garis Depan
  • Andi Depu: Sang Cahaya dari Mandar

Di tengah sorotan internasional, di tengah pengakuan akademik yang membanjir, Intan pulang. Ia pulang ke Lampung, ke tanah yang menjadi saksi pertama langkah kecilnya. Tapi ia kembali bukan dengan tangan kosong. Ia membawa ilmu, membawa semangat, membawa perubahan.

Melalui program berbasis penelitian, Intan menggerakkan masyarakat Lampung untuk tidak hanya menerima nasib, tapi bangkit, menciptakan masa depan. Di tengah krisis lingkungan, di tengah birokrasi yang tak jarang rumit, Intan adalah cahaya di kegelapan.

Hari pengukuhan, sebuah kemenangan manusia atas dirinya sendiri.
Saat gelar Guru Besar itu dikalungkan, jangan hanya melihat Intan di atas panggung. Lihatlah perjuangan tanpa lelah, malam-malam tanpa tidur, air mata yang tak pernah terlihat. Lihatlah seorang perempuan yang melampaui batas, bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk semua.

Hari ini, Intan Fitri Meutia adalah sebuah monumen. Sebuah bukti bahwa mimpi besar tidak hanya milik mereka yang lahir di kota besar, tapi milik siapa saja yang berani memperjuangkannya.

“Hidup adalah tentang keberanian. Keberanian bermimpi, keberanian berjuang, keberanian untuk percaya bahwa kita bisa,” kata Intan.

Kepada kita, generasi yang sering kali ragu akan kemampuan diri sendiri, ia menunjukkan, jika ia bisa, apa alasan kita untuk berhenti?

Selamat, Guru Besar Intan Fitri Meutia. Atau biasa dipanggil Profesor Intan. Hari ini, dunia menyebutmu luar biasa. Tapi bagimu, ini baru awal dari cerita panjang yang lebih epic.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Tags: -#Perempuan Hebat#Guru Besar
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Mengenal Intan, Gubes Termuda - 98c77a03 6aab 4c37 bcfa c450d1fe75d1 scaled | Perempuan | Potret Online

MEDIA PROMOSI MEMPERKENALKAN KUFLET KE SEANTERO DUNIA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com