Dengarkan Artikel
“Aku bersumpah tak akan berdiam diri!”
Begitulah keadaan yang sering kutemui.
Tempramen sahabatku itu sering meledak. Aku yang merupakan pribadi legowo kerap menenangkan. Tapi Gugat akan berontak dan mengatakan “Sikap itulah yang diinginkan mereka!”
Ada perasan iri atas keberanian sahabatku itu. Memang Gugat bukan orang yang asal ngomong. Semua pikirannya tertuang pada tindak tanduknya. Sejak sebulan dari pembangunan pagar laut ini aku dan dia mendatangi semua lembaga yang ada di kecamatan hingga kabupaten. Dari RT, Kades, Penegak Hukum, sampai Dinas Kelautan dan Perikanan, aku di belakangnya. Aku bersaksi kepada Tuhanku bahwa Gugat sangat murka dan mengoarkan penolakan dengan keyakinan bahwa korporasi ini telah kelewat batas.
📚 Artikel Terkait
Kuingat begini pernyataan atas kejengkelan hati yang Gugat sering lontarkan di setiap lembaga.
“Jangan tutup duri! Mungkin sekarang dampaknya kurang terasa karena baru sekitaran 30 meter. Tapi ini proyek raksasa. Proyek ini hidup dan berjalan setiap hari. Berjalan di depan mata kami sebagai nelayan. Selain akan memperpanjang jarak melaut dan menyedot solar. Pekerjaan kelompok binatang itu akan hancurkan penghasilan kami. Jika Anda memiliki kemampuan untuk gemetar karena marah setiap kali ketidakadilan terjadi di dunia, maka kita adalah kawan.
Kami tidak berhak untuk percaya bahwa kebebasan dapat dimenangkan tanpa perjuangan, begitu yang dikatakan Che Guevara, pejuang revolusi yang berjasa atas kebebasan Kuba.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





