POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Cerpen Remaja

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani

PD Hendriyatmoko by PD Hendriyatmoko
Mei 15, 2025
in Cerpen Remaja
0
Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani - 2025 05 15 10 03 05 | Cerpen Remaja | Potret Online

Oleh Hendriyatmoko
Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Tomi berdiri di pelataran stasiun, mengenakan jas sederhana namun rapi. Sinar matahari sore menyentuh wajahnya yang tampak bimbang. Di sampingnya, Isma dan Bara menepuk bahunya, memberi semangat.

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani - 2025 05 13 07 36 48 | Cerpen Remaja | Potret Online
Baca Juga
#Cerpen
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan
13 Mei 2025
Selengkapnya

“Kamu yakin, Mi?” tanya Bara.

Tomi mengangguk, meski tak sepenuhnya yakin. “Kata orang cinta itu kadang harus dikejar secepat kereta. Dan aku… aku memilih Argo Bromo.”

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani - 2025 07 10 10 13 39 | Cerpen Remaja | Potret Online
Baca Juga
#Cerpen
Black Dove
13 Jul 2025
Selengkapnya

Dua bulan lalu, Tomi baru mengenal Tantri—wanita cantik dan mandiri yang dikenalkan oleh Yuli, teman kuliahnya. Sejak pertemuan pertama, hubungan mereka tumbuh cepat. Terlalu cepat. Dalam waktu tiga minggu, Tomi melamar.

“Kamu kayak orang kesambet, Mi,” cibir Lili waktu itu. “Cinta itu nggak bisa buru-buru.”

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani - 2025 07 20 09 12 40 | Cerpen Remaja | Potret Online
Baca Juga
#Cerpen
Merayu Tuhan di Bawah Gerimis
20 Jul 2025
Selengkapnya

Tapi Tomi tak peduli. Ia yakin, Tantri adalah jawabannya.

Pernikahan mereka digelar sederhana. Karno, ayah Tantri, terlihat terkejut tapi tak bisa menolak karena Tantri sendiri yang mendesak. Semua serba kilat, seperti Argo Bromo yang melaju nyaris tanpa jeda dari Jakarta ke Surabaya.


Namun secepat itu pula badai datang.

Tantri ternyata bukan orang yang mudah diajak kompromi. Ia keras kepala, dominan, dan sering meledak karena hal-hal kecil. Tomi yang terbiasa lembut dan tenang, mulai kelelahan.

“Kenapa kamu nggak pernah nurut kalau aku bilang sesuatu?” bentak Tantri suatu malam.

“Karena aku bukan robot, Tantri. Aku suami kamu, bukan pelayan.”

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi. Santi, sahabat Tantri, mencoba menengahi. Wawan, sahabat Tomi, juga menasihati agar bersabar.

Tapi hubungan mereka sudah terlalu retak. Seperti rel yang berguncang hebat ketika roda tak lagi seirama.

Dan pada bulan ketiga, Tomi akhirnya berkata pelan, namun tegas.

“Maaf, Tantri. Mungkin memang ini salah. Kita terlalu cepat. Aku menikahimu secepat Argo Bromo, dan kini… aku menceraikanmu secepat Sembrani.”

Tantri menatap kosong. Tak menangis, hanya diam. Ia tahu, semuanya terburu-buru. Hubungan yang cepat datang, kadang memang cepat pula pergi.


Di stasiun yang sama, enam bulan kemudian, Tomi berdiri sendiri lagi. Ia melihat kereta lewat, membawa cerita-cerita manusia yang tak selalu indah.

Isma mendekat. “Masih percaya cinta?”

Tomi tersenyum tipis. “Aku percaya. Tapi kali ini, aku nggak akan pakai kereta cepat. Mungkin cukup jalan kaki saja.”

Isma tertawa pelan. “Jalan kaki pun asal searah, bisa sampai juga.”

Dan Tomi tahu, hidup memang bukan soal cepat-cepatan. Tapi tentang arah yang benar, dan teman perjalanan yang sejiwa.

Previous Post

Do’a yang Tak Pernah Selesai

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Next Post
Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani - 1000579147_11zon | Cerpen Remaja | Potret Online

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah