POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Belajar Kejujuran di Sekolah?

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
March 8, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Tentu masih banyak factor lain yang berkontribusi terhadap melorotnya integritas sekolah dalam menanamdan membangun sikap jujur terhadap perseta didik di sekolah. Melorotnya kepercayaan atau munculnya rasa ragu terhadap sekolah dalam menanamkan dan membangun sikap jujur, tidak boleh dibiarkan. Perlu ada upaya sekolah, Dinas Pendidikan, baik level Provinsi maupun kabupaten kota, serta orangtua serta masyarakat untuk mengembalikan kepercayaan kepada sekolah dalam menanamkan sikap jujur kepada anak atau peserta didik. Kiranya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, sekolah perlu menegakkan integritas, menanamkan nilai kejujuran sejak dini, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam membangun budaya pendidikan yang berlandaskan moral dan etika. Tentu bukan saja pada tataran budaya menyontek, tetapi lebih dari itu sekolah harus mau dan berani bersikap jujur dalam mengelola sekolah, tidak korup, Sekolah harus dikelola secara transparan, jujur, tidak curang, dan berorientasi pada proses dengan hasıl ideal.

Kita yakin bahwa sesungguhnya, belajar kejujuran di sekolah bukan hanya bisa, karena kejujuran adalah bagian İntegral darı sebuah proses pendidikan di sekolah. Maka,, seharusnya menjadi bagian penting dari pendidikan. Sebagaimana kita ketahui bahwa selama ini dalam setiap Sekolah tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk karakter siswa agar menjadi individu yang jujur, bertanggung jawab, dan bermoral. 

Oleh sebab itu, sekolah juga harus Merdeka dari tekanan-tekanan pimpinan yang menuntut setoran yang sering sulit dipenuhi oleh pihak sekolah yang bermuara pada mencari sumber pendanaan secara illegal. Kepala sekolah harus berani berkata tidak untuk memanipulasi keadaan, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebenaran. 

📚 Artikel Terkait

Mewaspadai Cyberbullying Pada Anak

“Wahabi Lingkungan” atau Suara Nalar yang Dikebiri?

Air Mata Seorang Pendekar

Buku Diary Ungu

Namun, jika sistem pendidikan masih lebih menekankan hasil akademik daripada proses yang jujur, siswa bisa saja tergoda untuk berbuat curang demi nilai tinggi.

Last, but not least, belumlah terlambat bagi sekolah untuk membangun budaya jujur di sekolah. Tentu tidak boleh ada kata tidak, dan terlambat. Masih sangat bisa dilakukan upaya-uoaya yang integrative membangun budaya kejujuran di sekolah. Tentu ada banyak cara. Pertama sekali adalah dengan memulai dari diri sendiri. Guru harus tetap menjadi teladan bagi peserta didik. Artinya guru berada di garda depan sebagai teladan di sekolah dalam bersikap jujur. Untuk itu diperlukan upaya menciptakan lingkungan yang baik, adil dan berakhlak mulia. 

Dalam melakukan evaluasi akademik, harus melihat proses, bukan hanya hasil akhir. Hal initerkait dengan bagimana kita menghargai kejujuran sebagai panglima dan jalan selamat bagi kita dan peserta didik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 104x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 93x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 87x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 75x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Selembar Mukena di Ujung Malam

Selembar Mukena di Ujung Malam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00