Dengarkan Artikel
Pertama, terjadinya krisis integritas di lingkungan sekolah. Krisis ini biasanya disebabkan oleh seringnya terjadi praktik ketidakjujuran atau kecurangan yang dianggap kecil dan sepele, seperti dalam pelaksanaan evaluasi atau ujian. Mencotek adalah kebiasaan yang dianggap sepele atau kecil dan terjadi secara berulang-ulang setiap tahun, Ketika musim ujian tiba. Selain karena tindak contek, juga sering dipraktikan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dengan membocorkan soal, atau karena alasan manusiawi membantu siswa saat ujian.
Bukan hanya itu, selama ini juga semakin membudaya kegiatan-kegitan yang bernuansa manipulative dalam membangun citra sekolah. Caranya adalah dengan kegiatan-kegiatan lomba yang dijadikan sebagai ukuran prestasi sekolah. Dalam kegiatan ini sering terjadi manipulasi nilai, adanya upaya pihak sekolah memanipulasi nilai untuk meningkatkan prestasi sekolah yang tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya. Apalagi selama ini, model pencintraan sekolah lewat berbagai lomba yang pemenangnya bisa dimanipulasi.
Ke dua, terkait penggunaan dana di sekolah. Banyak sekali kasus yang menjadi komoditas berita di media tentang kasus manipulasi atau ketidakjujuran dalam mengelola anggaran atau dana di lingkungan sekolah, seperti kasus-kasus dana BOS, biaya masuk sekolah setiap musim penerimaan siswa baru, uang les dan donasi-donasi resmi dan tidak resmi lainnya.Jadi Ketika sekolah tidak dikelola dengan jujur, banyak kasus penyelewengan, termasuk melayani siswa masuk lewat jalur khusus, atau diterima lewat pintu belakang ataukarena takut dengan atasan, sehingga menerima siswa masuk lewat jalur khusus dengan maksud tertentu. Bila sekolah saja dikelola dengan tidak jujur, maka pertanyaannya kejujuran apa yang bisa ditanamkan kepada peserta didik?
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





