POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi -Puisi Lapar, Afridal Darmi

Afridal DarmiOleh Afridal Darmi
March 6, 2025
Tags: #Puisi
Puisi -Puisi Lapar, Afridal Darmi

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel

968 T dan Mencemburui Neraka

Aku melihat mereka dengan 968 T,
mereka tertawa,
sementara aku mengunyah kehampaan

Aku berpuasa, aku bersujud,
tapi cemburu ini lebih digdaya
Lebih panas dari dahaga.
Lebih pekat dari malam-malamku yang hampa doa.

Mereka mencuri, tapi tak dihukum.
Mereka menipu, tapi tetap suci
mereka menukar dosa dengan sedekah,
Sementara aku menahan diri,
perutku melilit, kerongkonganku kering,
dan hatiku membusuk dalam dengki

karena aku hanya menghitung receh di kantong lusuh
menakar iman yang semakin hambar.

Tuhan, katakan padaku,
Apakah surga hanya untuk mereka yang bisa membelinya,
dengan uang yang didapat semudah air liur?

Tuhan, mengapa mereka tetap tersenyum?
tertawa di meja-meja megah,
sementara aku menunggu magrib
dengan perut yang mengutuk langit?

Malam ini aku sujud lebih lama,
bukan untuk meminta ampun,
tapi untuk bertanya,
apakah aku boleh mencemburui neraka?

Montasik, 5 Ramadhan 1446

Puasa Tanpa Cahaya

Terhuyung dalam lapar dan haus, 

Bersama matahari dan palu pemecah batu

Aku tahankan lapar ini, tapi aku kenyang oleh iri,
hausku bukan air, tapi dendam yang tak terpuaskan.
menghanguskan setiap ibadah,
menjadikannya abu tanpa cahaya.

Aku duduk merunduk di sajadah lusuh,
tapi hatiku penuh letusan keluh,
Tuhanku tetap terasa jauh,
lidahku hanya mengulang,
tanpa jiwa yang berserah.

Orang-orang bersujud, menangis dalam syukur,
aku bersujud, menangis dalam kehampaan.
Malam-malamku penuh doa,
tapi tak lebih gema kosong,
memantul di dinding langit yang tak jua terbuka.

📚 Artikel Terkait

Ironi Papua

Wujudkan Program Literasi Kritis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Indonesia

Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

Surat Terpendam

Aku berpuasa, aku shalat, aku membaca firman-Nya,
tapi di dalam dadaku,
amarah masih menggeram, dengki masih berakar,
tak bisa menyelamatkan hati yang menolak tunduk.

Maka katakan padaku, Tuhanku
apakah puasaku ini suci,

ataukah hanya kelaparan, kepura-puraan?
Aku takut jawabannya sudah lama kutahu,
tapi tak pernah berani kuakui.

Montasik, 5 Ramadhan 1446

Lapar Itu Pahit

Lapar itu pahit, sepahit dengki

lebih dari perut yang merengek dalam diam.
Ia menggerogoti,
seperti api yang menyusup ke tulang,
dalam aliran darah,
tak memberi ruang untuk kedamaian.

Waktu melambat,

sujud menjadi pertanyaan
dan doa-doa menjadi ejekan.

Aku duduk di sudut yang dingin,
menghitung detik dengan perut yang berontak.
Tangan gemetar, mata nanar,
tapi tak bisa mengeluh.

Hati pun retak,
menggigil di tengah panasnya sunyi,
dan mulut hanya bisa mencium udara,
tak ada yang dapat kuambil,
hanya kelaparan yang mengisi.

Lapar ini sepahit dendam, cemooh dunia.
Iri ini membusukkan diri,

Lebih pahit dari dahaga, lebih pedih dari luka terbuka,
dan api kecil yang tak pernah padam

menempel di dinding-dinding dada,
menyisakan kehampaan yang tak bisa ditelan

Lapar ini

adalah tentang kehilangan harapan,
selain hampa yang mencekam.

lapar ini lebih dari sekadar rasa.
Ia adalah teman yang tak pernah pergi,
dalam keheningan yang mencekik.

Aku melihat mereka yang kenyang,
Aku tersenyum kecut, menelan air liur,

berpikir, mungkin besok juga masih begini.

Mungkin besok, pahit ini masih ada.

Montasik, 5 Ramadhan 1446

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Puisi
Afridal Darmi

Afridal Darmi

Afridal Darmi, SH, LLM. Seorang advokat profesional dan penulis amatir. Pernah menjejakkan kaki di berbagai sudut Bumi di negeri-negeri yang jauh di empat benua dalam menjalankan misinya sebagai Human Right Defender. Tapi selalu mendapati dirinya merindu Aceh, tempat perahu hatinya tertambat dan membuang sauh, tempat ketiga anak dan istrinya bermukim. Menyukai kopi dan bacaan. Segelas seduhan kopi Aceh dan sebuah buku, serta pojok yang tenang untuk membaca, hanya itu yang diperlukan untuk membuatnya bahagia. Afridal Darmi berkediaman di Aceh Besar. Alamat email: afridaldarmi@gmail.com

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Takjil di Jalanan Sunyi

Takjil di Jalanan Sunyi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00