• Latest
Puncak Kesesatan

Puncak Kesesatan

Maret 4, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puncak Kesesatan

Reza Fahleviby Reza Fahlevi
Maret 4, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tags: LiterasiPuisi
Puncak Kesesatan

Ilustrasi

587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Dia berada di batas kehampaan
Melihat dan merasakan yang tak ada

Bertutur kata seolah-olah dialah yang terbaik
Mengabaikan nasehat seakan-akan kebenaran hanya miliknya

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Dan dia berjalan angkuh
tanpa menyadari
Bahwa tanah tempatnya melangkah adalah milik Tuhan

Dia bernapas namun lupa diri
Tak sadar bahwa udara yang ia hirup itu
Semuanya ada atas kasih sayang dan kehendak Tuhan

Lantas
Ketika sesuatu berjalan tidak sesuai keinginan
Dia berani mencaci alam
Dia bahkan tak peduli sama sekali

Kehancuran di dalam batinnya
Bagaikan sebuah bencana gempa bumi halus
Gesekannya yang lambat mampu memisahkan sebuah pulau
Dan dia sama sekali tidak merasakannya
Bahwa hatinya telah menjadi kepingan yang Tak bermakna

Cahaya kalbu meredup
Semua harapan lenyap
Lalu
Dia mencoba mengakali semua itu
Dengan menjadi sosok lain
Hingga tersesatlah dirinya di tengah hamparan gurun pasir
Sebab
Dia hanya berjalan di tempat yang sama
Berulang kali

Sebab kebengisan di hatinya
Memupuskan mimpi masa depan
Dia hidup hanya untuk mencaci maki
Caci maki yang timbul dari gejolak amarah
Amarah yang tak terkontrol

Namun
Mereka tidak melihatnya
Karna sosok munafik selalu berhasil menyembunyikan bayangan aslinya
Dia berkata — dia bertindak — dia membatin — semua hanya ujaran kebencian

Sepertinya
Telapak kakinya telah berada di puncak kesesatan
Kesesatan yang mengurung jiwa dari meraih kasih sayang Tuhan
Dia mengabaikan segala kewajiban
Dan mulai berlabuh melakukan apapun yang seharusnya ia hindari

Lupa bahwa kematian itu nyata
Lupa bahwa ia sangatlah dekat dengan kematian
Lupa bahwa nyawanya bisa merana sewaktu-waktu
Dia tetap berpegang teguh pada kebencian
Semua didasarkan atas luka batin yang ia rasakan selama bertahun-tahun
Menjadikan itu sebagai alasan yang tidak logis

Dia lupa bahwa akan ada kehidupan setelah kehidupan
Dia lupa bahwa ada tanggung jawab yang mesti ia pertanggung jawabkan
Hidup dan terus hidup
Sambil mengumbar kebencian dari belakang

Tapi, kau tau bahwa Tuhan Maha Penyayang
Selalu ada pintu bagi manusia pendosa
Selalu ada kesempatan bagi dirinya yang lupa diri
Mungkin tidak hari ini
Mungkin belum tiba waktunya
Namun, jika dia tak kunjung sadar
Waktu akan berlalu pergi tanpa pernah kembali

Lalu, bagaimana?
Hanya doa sebagai pertolongan terakhir
Dan di bawah langit yang suci ini
Titipkanlah sahabatmu sebuah surat cinta
Titipkanlah kepada Tuhan meski hanya berdengung dari batin sunyimu
Kau pasti tak rela melihatnya merana
Kau pasti tak rela melihatnya terus berjalan dalam kesesatan

Sebelum waktunya habis
Sebelum semuanya terlambat
Kesesatan
Selalu ada cara untuk melunakkannya
Selalu ada cara untuk kembali kepada Tuhan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
RUMIT

RUMIT

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com