Kedermawanan Melebihi Angin Berembus

Adapun puncak tertinggi sifat karim seorang manusia disebut “kedermawan melebihi kecepatan angin berembus” ( al khair min al rihil mursalat) yang mengacu pada karakter Nabi Muhammad ﷺ seperti riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam hadist sahih berikut ini: “Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan saat beliau bertemu malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berembus.” (Shahihain).
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menjelaskan perumpamaan “kedermawanan melebihi angin yang berembus” sebagai rahmat yang Allah kirim melalui turunnya hujan secara merata, membasahi dan menghidupi bagian bumi yang subur maupun kering kerontang. Seperti itu pula kedermawan Rasulullah ﷺ yang merata, baik untuk orang fakir yang membutuhkan dan orang kaya yang berkecukupan. Kebaikan Rasulullah lebih banyak dibandingkan yang ditimbulkan hujan dari angin yang berhembus.” ( Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, juz IV, halaman 139).




















