Artikel · Potret Online

Al-Quran With Love: Sebuah Social Experiment tentang Memudahkan Diri Membaca Al-Qur’an

Sejauh ini dari praktik tiga hari pertama itu reward yang saya dapatkan untuk diri saya sendiri adalah produktivitas dan need of achievement (N-Ach) itu. Oh ya, saya termasuk golongan yang percaya bahwa N-Ach ala Maslow itu bisa diterapkan dalam bentuk mini misalnya seperti capaian harian.
Penulis  Afridal Darmi
Maret 3, 2025
7 menit baca 302
Al-Quran With Love: Sebuah Social Experiment tentang Memudahkan Diri Membaca Al-Qur’an - 0F10940A AA51 4547 82EF B5333B0BC438 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiAl-Quran With Love: Sebuah Social Experiment tentang Memudahkan Diri Membaca Al-Qur’an

Inilah yang saya ingin jadikan objek SocEx dan menggantinya dengan baca Quran. Nanti kita lihat produktivitasnya bagaimana.

Siapa bilang membaca Al-Qur’an harus serius dan kaku? Ada banyak cara seru untuk menikmatinya. Kalau anda bertanya pada AI, ini yang dia sarankan:

• Mendengarkan tilawah sambil membaca 

– Dengarkan bacaan dari qari favoritmu dan ikuti pelan-pelan. İni bukan hanya bikin lebih lancar, tapi juga lebih khusyuk!

• Bikin tantangan pribadi – Misalnya, tantang diri sendiri untuk menyelesaikan satu surah setiap beberapa hari atau menghafal ayat tertentu.

• Baca bersama keluarga atau teman – Nggak harus formal, cukup baca bareng dan saling menyemangati. Boleh juga sambil diskusi maknanya biar makin seru!

• Gunakan aplikasi Al-Qur’an – Dengan teknologi sekarang, kita bisa baca di mana saja, kapan saja. Praktis dan nggak ada alasan untuk nggak baca!

Itu kata AI. Ternyata beberapa di antaranya sudah saya terapkan di atas. Walaupun mungkin untuk merasakan langsung perasaan dan hasil yang diharapkan itu memang tidak ada cara lain: harus diterapkan.

Reward

Sejauh ini dari praktik tiga hari pertama itu reward yang saya dapatkan untuk diri saya sendiri adalah produktivitas dan need of achievement (N-Ach) itu. Oh ya, saya termasuk golongan yang percaya bahwa N-Ach ala Maslow itu bisa diterapkan dalam bentuk mini misalnya seperti capaian harian. Ini adalah contoh yang tepat. Ketika setiap hari kita berhasil membaca sekian ayat dan kita bahagia karena itu, menurut saya N-Ach saya untuk hari ini sudah tercapai. Sedangkan faktor pengakuan, atau “apa kata orang tentang N-Ach” itu, saya abaikan saja. Toh yang menikmati kebahagiaan itu saya, bukan mereka.

Lalu faktor inheren yang selalu menyertai kegiatan baca Quran itu pastilah dapat sebagai rewardnya. 

Ketenangan luar biasa setelah membaca beberapa ayat Al-Qur’an? Check. Menemukan hikmah dan memahami konsep tertentu dalam Quran ? Check. Berubah menjadi manusia super yang kekuatan supernya adalah cinta dan kasih sayang sama keluarga sendiri? Check. Belum lagi kebahagiaan lain berupa bertambahnya kerinduan pada Nabi SAW. Tumbuhnya rasa syukur. Tumbuhnya dorongan untuk bertaubat lebih banyak, bersyukur lebih banyak. Dan seterusnya.

Itu bukan kebetulan. Al-Qur’an adalah sumber cahaya, obat hati, dan pelipur lara. Dan kelebihan-kelebihan itu hanya bisa diakses saat kita membaca dengan penuh kesadaran. Dan rewardnya ada di setiap hurufnya yang memang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Ramadan ini, kita jadikan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari keseharian kita. Tidak perlu terburu-buru, tidak perlu terbebani. Cukup nikmati setiap ayatnya, resapi maknanya, dan biarkan Al-Qur’an menjadi teman setia kita di bulan yang penuh berkah ini.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Afridal Darmi, SH, LLM. Seorang advokat profesional dan penulis amatir. Pernah menjejakkan kaki di berbagai sudut Bumi di negeri-negeri yang jauh di empat benua dalam menjalankan misinya sebagai Human Right Defender. Tapi selalu mendapati dirinya merindu Aceh, tempat perahu hatinya tertambat dan membuang sauh, tempat ketiga anak dan istrinya bermukim. Menyukai kopi dan bacaan. Segelas seduhan kopi Aceh dan sebuah buku, serta pojok yang tenang untuk membaca, hanya itu yang diperlukan untuk membuatnya bahagia. Afridal Darmi berkediaman di Aceh Besar. Alamat email: afridaldarmi@gmail.com
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...