POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut

RedaksiOleh Redaksi
March 2, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

Indonesia adalah sebuah keajaiban. Negeri ini seperti sumur tanpa dasar, dikeruk tak habis-habis, dirampok tak kering-kering.

Ratusan triliun menguap setiap tahun—anak perusahaan Pertamina merugikan negara Rp193 triliun per tahun, kasus korupsi timah mencapai Rp300 triliun, belum lagi BLBI dan skandal-skandal lain yang angkanya mengerikan.

Namun, ajaibnya, negeri ini tak bangkrut. APBN bocor hingga ribuan triliun, kata KPK, tapi roda pemerintahan tetap berputar, gaji pejabat tetap cair, proyek-proyek terus berjalan, bahkan pembangunan masih bisa diklaim maju.

Paradoks ini bukan cerita baru. Di era reformasi, korupsi merajalela. Di Orde Baru, Soeharto tumbang karena KKN, hingga TAP MPR No. 11 Tahun 1998 ditegakkan agar negeri ini bersih.

Tapi, apa yang berubah? Jauh sebelum itu, di zaman kolonial, negeri ini dijajah berabad-abad. Belanda mengeruk hasil bumi selama 3,5 abad, Jepang menjarah selama 3,5 tahun—tapi kekayaan Indonesia seperti tak berujung.

Lihatlah negara lain, cukup satu guncangan besar bisa membuat mereka runtuh, tapi Indonesia tetap berdiri, tetap kaya.

📚 Artikel Terkait

Haul Gus Dur, Pesan Moral Tajam Santun

Mudahnya Mencari Makanan Halal di Thailand

Pria Paling Berani, Wapres Gibran Dihadapinya dengan Telanjang Dada

INGAT!

Mungkin benar kata lagu: “Tongkat kayu jadi tanaman, laut dan samudra jadi kolam susu.” Tapi sampai kapan? Apakah negeri ini akan terus menjadi surga bagi para perampok berseragam? Sampai kapan rakyat harus menonton parade korupsi yang seolah tak ada ujungnya?

Yang lebih miris, negeri ini bertuhan. Dasarnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi, atas nama Tuhan yang Maha Pemurah, mengapa masih ada yang tega mencuri? Mungkin mereka berpikir Tuhan akan terus mengampuni. Mungkin mereka percaya negeri ini tak akan runtuh, sehingga mereka bisa terus mengambil bagian. Tapi akankah Tuhan membiarkan negeri ini terus dijarah?

Setiap pemimpin datang dengan janji—mengembalikan kekayaan negeri untuk rakyat, menyejahterakan bangsa, menumpas korupsi.
Namun, begitu berkuasa, cerita lama kembali terulang. Lagi dan lagi.

Akankah kita terus bertanya dan hanya menunggu rumput yang bergoyang memberi jawaban?

Semoga mereka yang berkeluh tak pernah lelah, karena suara-suara itulah yang menjadi pengingat.

Jika negeri ini terus membiarkan para koruptor berpesta, akankah keajaiban ini bertahan? Ataukah kita sedang berjalan menuju jurang yang tak kasat mata?

Denpasar, 2 Maret 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Guru Multitalenta Katalisator Pendidikan Kini dan Esok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00