POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home # Koruptor

Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut

Redaksi by Redaksi
Maret 2, 2025
in # Koruptor, #Kriminal, #Para Maling, #Pertamax, Essay, Indonesia, Korupsi
0
Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut - IMG 20250302 WA0005 | # Koruptor | Potret Online


Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

Indonesia adalah sebuah keajaiban. Negeri ini seperti sumur tanpa dasar, dikeruk tak habis-habis, dirampok tak kering-kering.

Ratusan triliun menguap setiap tahun—anak perusahaan Pertamina merugikan negara Rp193 triliun per tahun, kasus korupsi timah mencapai Rp300 triliun, belum lagi BLBI dan skandal-skandal lain yang angkanya mengerikan.

Baca Juga
# Ironi
BENGKEL OPINI RAKyat
15 Apr 2025

Namun, ajaibnya, negeri ini tak bangkrut. APBN bocor hingga ribuan triliun, kata KPK, tapi roda pemerintahan tetap berputar, gaji pejabat tetap cair, proyek-proyek terus berjalan, bahkan pembangunan masih bisa diklaim maju.

Paradoks ini bukan cerita baru. Di era reformasi, korupsi merajalela. Di Orde Baru, Soeharto tumbang karena KKN, hingga TAP MPR No. 11 Tahun 1998 ditegakkan agar negeri ini bersih.

Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut - IMG 20250224 WA0003 | # Koruptor | Potret Online
Baca Juga
#Danantara,
Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah?
24 Feb 2025

Tapi, apa yang berubah? Jauh sebelum itu, di zaman kolonial, negeri ini dijajah berabad-abad. Belanda mengeruk hasil bumi selama 3,5 abad, Jepang menjarah selama 3,5 tahun—tapi kekayaan Indonesia seperti tak berujung.

Lihatlah negara lain, cukup satu guncangan besar bisa membuat mereka runtuh, tapi Indonesia tetap berdiri, tetap kaya.

Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut - 829660fa 375a 4599 98aa 88dabd335966 | # Koruptor | Potret Online
Baca Juga
Essay
Danantara, Harapan Baru Indonesia
18 Feb 2025

Mungkin benar kata lagu: “Tongkat kayu jadi tanaman, laut dan samudra jadi kolam susu.” Tapi sampai kapan? Apakah negeri ini akan terus menjadi surga bagi para perampok berseragam? Sampai kapan rakyat harus menonton parade korupsi yang seolah tak ada ujungnya?

Yang lebih miris, negeri ini bertuhan. Dasarnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi, atas nama Tuhan yang Maha Pemurah, mengapa masih ada yang tega mencuri? Mungkin mereka berpikir Tuhan akan terus mengampuni. Mungkin mereka percaya negeri ini tak akan runtuh, sehingga mereka bisa terus mengambil bagian. Tapi akankah Tuhan membiarkan negeri ini terus dijarah?

Setiap pemimpin datang dengan janji—mengembalikan kekayaan negeri untuk rakyat, menyejahterakan bangsa, menumpas korupsi.
Namun, begitu berkuasa, cerita lama kembali terulang. Lagi dan lagi.

Akankah kita terus bertanya dan hanya menunggu rumput yang bergoyang memberi jawaban?

Semoga mereka yang berkeluh tak pernah lelah, karena suara-suara itulah yang menjadi pengingat.

Jika negeri ini terus membiarkan para koruptor berpesta, akankah keajaiban ini bertahan? Ataukah kita sedang berjalan menuju jurang yang tak kasat mata?

Denpasar, 2 Maret 2025

Next Post
Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut - IMG 20250302 WA0004 | # Koruptor | Potret Online

Guru Multitalenta Katalisator Pendidikan Kini dan Esok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah