Dengarkan Artikel
‘’Bang Momo, aku memohon kepadamu agar kau dapat menghentikan sikap burukmu. Kasihan nasib anak-anak kita. Jika Abang terus-terusan begitu, bagaimana masa depan mereka?’’ ujar Chen Lie Moy dengan airmata berurai.
Karena pengaruh alkohol, Momo tersinggung. Emosinya pun meletup. Wajah istrinya ia pukul hingga memar.
Sedangkan bibir Lie Moy pecah berdarah. ‘’Kau tidak perlu mendikte aku. Yang penting uang belanja dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga kita aku cukupi. Jadi jangan banyak omong,’’hardik Pak Momo dengan roman muka bengis.
📚 Artikel Terkait
Jika sudah begitu, Chen Lie Moy hanya bisa menangis dan diam seribu bahasa. Dalam hatinya, wanita keturunan Tionghoa itu sudah tak tahan lagi hidup bersama Momo.
Setelah pemerintah Indonesia menguasai teritorial wilayah pemerintahan sepenuhnya, Hermaan van De Brink pulang ke Nederland. Dalam kondisi seperti itu Pak Momo benar-benar terpukul.
Terutama ketika istrinya kabur membawa dua anaknya. Momo benar-benar bangkrut. Ia hampir gila menghadapi dunia kesendirian yang begitu sepi dan menyiksa. Ternyata, kebesaran karir musik di masa mudanya dulu tak seindah kehidupan rumah tangganya. Hingga kini, sudah tiga puluh tahun lebih ia ditinggal pergi istrinya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





