• Latest
Sahur di Ujung Doa - IMG 20250302 WA0006 | Puisi Essay | Potret Online

Sahur di Ujung Doa

Maret 2, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Sahur di Ujung Doa - 1001348646_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Sahur di Ujung Doa - 1001353319_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Sahur di Ujung Doa - 1001361361_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sahur di Ujung Doa

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (1)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 2, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
Sahur di Ujung Doa - IMG 20250302 WA0006 | Puisi Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Di meja makan yang tak terlalu penuh,
seorang lelaki duduk dalam diam.
Nasi hangat masih mengepul,
tapi pikirannya lebih panas dari bara di tungku dapur.

Malam ini sahur pertama,
namun bukan dengan suka cita.
Sebab sepekan lalu,
pintu rezeki seolah tertutup rapat,
pekerjaan yang digenggam bertahun-tahun
menghilang dalam satu pengumuman.

Baca Juga
  • Jangan Pukuli Anakmu
  • Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota

Istrinya duduk di seberang,
menyajikan teh tanpa suara,
memandangnya tanpa bertanya,
karena ia tahu:
lelakinya sedang berperang dengan diri sendiri.


Selepas sahur, ia menuju sajadah,
bukan untuk sekadar sujud,
tapi untuk bergumul dengan Tuhan
dalam keheningan yang panjang.

Baca Juga
  • Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah
  • Puasa, Lapar, dan Makna Sabar

“Ya Allah, aku lelaki yang Engkau beri dua tangan,
tapi malam ini aku tak bisa memberi lebih dari sepiring nasi.
Aku bukan tak percaya rezeki,
hanya saja aku takut terlihat lemah di depan mereka.”

Ia menangis tanpa air mata,
sebab tangisan seorang ayah
adalah yang paling sunyi di dunia.
Anak-anak masih terlelap,
tak tahu bahwa kantong ayahnya lebih kosong
dari piring sahur yang hampir tandas.
Tapi lelaki ini tetap berdiri tegak,
memeluk istri dengan senyum yang ia paksakan.

Baca Juga
  • Menumbuhkan Kecintaan Sastra di Kalangan Generasi Muda Lewat Puisi Esai
  • Duta Puisi Esai Nasional dari Jateng Kunjungi DPK Blora, Jawa Tengah

“Sabar ya, Mas, nanti pasti ada jalan,”
bisik istrinya, lebih lembut dari embun di jendela.
Dan malam itu, ia kembali bersujud,
memohon agar Tuhan membukakan pintu
sebelum lapar di siang hari benar-benar menjadi ujian.


Ramadhan datang membawa ujian,
tapi juga harapan.
Mungkin bukan hari ini,
tapi doa yang menggantung di langit subuh
pasti akan turun dalam bentuk rezeki yang tak terduga.

Lelaki itu menghela napas,
melangkah keluar untuk mencari celah,
sebab meski pekerjaan telah hilang,
ia tak boleh kehilangan iman dan daya.

Maka ia pergi,
menjemput hari,
menjemput rezeki,
dengan perut kosong,
tapi hati yang penuh doa.

Rumah Kayu Cepu, 1 Maret 2025

Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post
Sahur di Ujung Doa - IMG_2664 | Puisi Essay | Potret Online

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com