POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puasa Oplosan

RedaksiOleh Redaksi
March 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Sketsa karya Raoof Haghighi

SKEMA
(Sketsa Ramadan)

Akmal Nasery Basral
(@akmalbasral)

Di zaman ketika pertalite disulap menjadi pertamax oleh para pengoplos brilian pengejar cuan, bulan Ramadan adalah panggung pertunjukan puasa oplosan yang kian gila-gilaan.
Siapa yang menjadi aktor utama? Ini beberapa cirinya.

Mereka aktif setiap ada buka puasa bersama, tapi mendadak gaib ketika salat magrib. Rajin donasi sedekah dan santunan dengan tangan kanan, namun dari hasil gratifikasi dan rasuah yang diterima tangan kiri.

📚 Artikel Terkait

Mewujudkan Impian Lama

Ultah 美

Bernafas Dalam Lumpur

Judol Makin Menggurita, Selamatkan Keluarga!

Mereka makan sahur sembari nonton liga sepak bola di seberang benua dengan penuh semangat, lantas tertidur pulas sepuluh menit sebelum azan subuh menghangatkan jagat. Mereka fasih mengutip kata-kata mutiara tokoh dunia, tetapi enggan membaca firman Sang Pencipta-dan-Penata Kata nan Maha Rahim dan Maha Rahman.

Praktisi puasa oplosan mampu mengosongkan mulut dari makanan dan minuman seharian, namun tak pernah mau membebaskan lisan dari menggibah dan menggunjing orang lain. Lidah pelaku puasa oplosan begitu ringan menebar puja-puji, menjilat kanan-kiri, namun begitu berat mengucapkan sepotong salawat nabi.

Pelaku puasa oplosan mudah menangis melihat saldo tabungan, indeks saham atau aset kriptonya menyusut, namun tak bisa meneteskan air mata saat keningnya menyentuh permukaan sajadah yang lembut, mengingat malaikat maut yang setiap saat bisa datang menjemput.

Pendek kata, puasa oplosan ibarat beras oplosan. Dikemas dan dibandrol sebagai produk premium, namun sejatinya cuma akal-akalan untuk pengaturan kesan. Siapa yang piawai melakukan pencitraan seperti itu?

Tak perlu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Mungkin kita pelaku utama puasa oplosan itu: ketika Ramadan tiba dan melihatnya sebagai beban. Tetapi atas nama gengsi yang bisa berdampak terhadap pamor dan popularitas, maka di muka publik kita menampilkan diri bak orang-orang beriman yang bersukacita menjalani keyakinan sepenuh napas.

Mumpung masih hari pertama puasa, mari sama-sama menguji kadar oplosan diri kita masing-masing, Saudaraku.

1 Ramadan 1446 H/1 Maret 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Bujuk Sangkah 2024

Puisi-Puisi Ramadan Moh. Ghufron Cholid

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00