Dengarkan Artikel
Data ini, tentu masih relevan dengan data yang dikeluarkan UNESCO beberapa tahun lalu yang menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!
Ya, sudah terlalu banyak dan sering kita membaca berita tentang minat baca dan kondisi kemampuan literasi Anak negeri di berbagai media. Sebagai contoh saja, KOMPAS.com– 03 April 2020 memaparkan bahwa OECD mencatat peringkat nilai PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 menempatkan siswa Indonesia dalam peringkat yang kurang memuaskan. Kemampuan Literasi siswa Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara, Matematika berada di peringkat 72 dari 78 negara, dan Sains berada di peringkat 70 dari 78 negara. Nilai PISA siswa Indonesia juga cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir.
Bila begini kondisinya dan berlangsung sekian lama, hingga berada dalam kondisi darurat, kemajuan apa yang bisa dicapai oleh Bangsa ini? Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kondisi buruk ini? Mengapa pula persoalan yang sama hingga Indonesia kini sudah hampir seabad, tapi masih berkutat pada persoalan dasar atau akar masalah? Apakah karena Pemerintah Indonesia tidak menemukan akar masalah pendidikan di negeri ini?
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





