Sanggupkah?

Juni 2023
Oleh: Redaksi

 

Indah Mayasari

Bener Meriah, Aceh

 

Kadang ketika lelah mendera dan kulihat indahnya bunga

Kukatakan, mengapa aku tak jadi bunga saja?

Yang mengikuti fitrahnya dengan indah menghadap ke langit cerah

Hingga penciptanya berkata tugasnya telah paripurna

Kurenungkan hidup sebatang pohon

Ia tegak berdiri di sana  hingga beribu tahun

Tanpa mengeluh dan protes akan takdirnya

Yang ia tahu hanya berdzikir dan memberi manfaat saja

Kupandang gunung yang tinggi menjulang

Begitu agung jua mampu menahan bumi agar tak berguncang

Kubergumam mengapa ia juga tak sanggup memikul beban?

Memerintah seisi bumi untuk tunduk taat pada pemilik alam

Apakah begitu dahsyatnya penciptaan manusia?

Berani mengambil amanah yang gunung langit juga bumi menolaknya

Melawan kezdaliman dan kebodohan diri agar mampu berdakwah

Menyeru sesamanya bahwa tugas hidup hanya amal ibadah

Semangatpun kembali membara

Bahwa aku dan penciptaanku adalah istimewa

Bebanku juga sesuai bekal yang kuterima

Jadi mengapa aku harus gusar dan merana?

Berbahagialah sebagaimana bunga pohon gunung langit bumi dan seisinya

Terus berdzikir dalam tiap masa walau bagaimanapun kondisinya

Karena Allah tetap bersamamu sahaja

Menaungi memelihara menjaga menyayangi dan menguatkan sepanjang napas masih dalam raga

Rabu, Ba’da Subuh

Uning Bersah, 07 Juni 2023

 

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist