Senin, April 20, 2026

KITA BUTUH NEGERI YANG MERDEKA

Oktober 2022
Oleh: Redaksi

Oleh : Syamuarni Setia

 

Hari ini cerah sahabatku

Dan salam hangat buat semua

Kita bisa hadir lagi di bumi pertiwi

Kemarin bernafas terengah-engah di lautan sejarah

Seolah-olah kita sudah mati

Rupanya masih hidup untuk berjuang

Tapi, apakah bisa menang atau akan kalah

Aku tak tahu

Yang penting kita terus melayangkan tinju

Hingga terdengar lonceng terakhir memberi tanda

Tapi bukan lonceng kematian

Kita tak pernah mengharapkannya

Karena jika kita mati mereka akan tertawa

Bukan mentertawai kita

Tapi mentertawai negara yang bangkrut rakyat miskin

Mereka ngakak atas prestasi mereka di negeri ini

Dengan reward trilyunan nilai perasan keringat rakyat

Cuma satu yang aku herankan

Mengapa Allah menghidupkan mereka

Manusia yang egois dan serakah

Manusia yang tidak mau berpikir

Manusia yang selalu bicara mendendangkan dongeng mimpi di atas semua kepalsuan

Menari indah di setiap detik

Mengulum waktu tak mau berhenti

Terpasung di rapuhnya harapan semu

Terperangkap di sisi jalan sebelah

Atas segalanya itu aku tak pernah jenuh merajam kepalsuan yang menari semu setiap detik

Tidak bersikap masa bodoh atas racun disebar yang berdampak sistemik dan laten congkak angkuh

Mereka ibarat gunung es lumer ketika matahari membakar ubun-ubun

Memang tak ada formula untuk mengukur gunung es

Dengan hanya melihat puncaknya saja

Itulah dia koruptor

Ibarat orang kentut

Terasa ada orangnya tiada

Suaranya terkubur baunya melangit

Satu dua yang mampu dilihat

Diikat dijerat berselubung orange

Selebihnya ribuan berkeliaran berteman iblis

Kita butuh pemimpin yang bisa mendengar

Rakyat sejahtera dan bahagia

Kita butuh pejabat negara yang bermartabat

Polisi yang berharkat yang tidak membunuh dan tidak menilep duit dijalan-jalan

Hakim yang hebat dan benar Agung

Aparat yang tidak keparat

Wakil rakyat yang merakyat

Pelajar yang terpelajar

Kita butuh pemimpin yang bukan wayang yang hidup di negeri tanpa telinga

Negeri yang membuka telinga dan membuka hati

Bukan negeri dagelan

Sehingga negeri merdeka dan rakyat benar-benar merdeka

(Dahlia 11, Bna, 24 Oktober 2022)

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist