POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menjarah Dalam Musibah

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
February 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Namun, bila kita menyimak dan mengikuti dengan cermat ke daerah-daerah yang pernah atau sering dilanda bencana seperti ini, ada saja orang-orang yang tega, kehilangan nurani melakukan penjarahan terhadap barang-barang, harta benda warga atau masyarakat korban dan terdampak bencana. Maka, melihat kasus di Lumajang atau di daerah lain di Indonesia, mengingatkan penulis pada saat bencana tsunami di Aceh.

Ya, hal serupa sering terjadi di berbagai daerah bencana. Di Aceh, Provinsi yang sering dilanda bencana, termasuk bencana alam, juga mengalami hal yang sama seperti di Lumajang. Bahkan bisa lebih ekstrim lagi dalam bencana gempa dan tsunami yang begitu dahsyat pada 26 Desember 2004 lalu. Setelah gempa yang merontokan bangunan-bangunan dan kemudian disapu gelombang besar (tsunami), segala harta benda dan bahkan ribuan nyawa hilang dengan mayat – mayat manusia bergelimpangan di wilayah atau kawasan bencana. Di tengah bergelimpangan mayat di wilayah bencana di mana kehancuran yang amat sangat berat dan masif, hingga ada yang menyebutkan bencana tsunami Aceh lebih dahsyat dari revolusi, ternyata ada banyak orang yang berhati batu dan tertutup hati nurani mereka, yang terbuka adalah sifat serakah dan hilangnya nurani. Bayangkan saja, banyak yang datang bukan untuk menolong korban yang bergelimang di tengah reruntuhan akibat tsunami. Mereka tega mengumpulkan harta benda korban, mencari emas dan uang serta harta benda lainnya, hingga mempretelin atau mengambil emas yang ada di tubuh mayat-mayat untuk mereka miliki. 

Sungguh sangat bejat bukan? Padahal, apa yang mereka peroleh tersebut, tidak membuat mereka nyaman. Itulah yang terjadi. Hal itu mungkin tidak menjadi konsumsi media saat itu, namun tidak sedikit masyarakat di sekitar kawasan tedampak bencana mengetahui hal tersebut.

Nah, berangkat dari pengalaman-pengalaman di daerah bencana, kita harus lebih waspada terhadap tindakan buruk dari manusia-manusia berhati setan tersebut. Selayaknya pula warga korban dan yang terdampak harus selalu ingat bahwa tidak semua orang mau menjaga dan merawat hati dan tindakan. Tidak semua orang memiliki nurani untuk tidak menjarah harta benda korban. 

Oleh sebab itu, bila ada yang melakukan itu, mau tidak mau, kita berdoa semoga mereka, pelaku penjarahan harta korban bencana di daerah bencana tersebut diberikan hidayah dan menyesali perbuatan mereka. Hal yang harus dilakukan korban adalah beersabar dan memohon kepada Allah agar diberikan ganti. Yakinlah bahwa Allah Maha kaya, Maha membantu. Penulis sendiri sudah mengalami dan menikmati bantuan Allah pasca bencana tsunami, lewat bantuan-bantuan yang tak terduga dari para dermawan yang telah dengan suka rela membantu. Alhamdulilah penulis kembali berdaya

📚 Artikel Terkait

Hidup Sehat, Tanpa Rokok, Lebih Baik

Menyiapkan Lulusan BK yang bernaluri bisnis

Akankah Kisah Cintaku Sama  Tragisnya Seperti Seorang Tan Malaka?

Doa Sahabat Dari Mekkah

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 80x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 69x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 60x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
150
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00