Dengarkan Artikel
Pada hari yang penuh duka tersebut, kita bisa menyaksikan betapa paniknya masyarakat di sekitar kawasan bencana saat itu. Kita juga menyaksikan betapa dahsyatnya semburan debu panas yang menggumpal-gumpal hitam di puncak Semeru, hingga langit dan awan di Lumajang terlihat kelam dan penuh dengan debu panas serta aliran lumpur panas yang menutup rumah-rumah. Bukan hanya menutupi rumah, juga mengalirkan banjir lumpur yang menghanncurkan harta benda penduduk di kawasan terdampak erupsi. Dahsyat sekali.
Dalam banyak video amatir yang beredar di media sosial, kita mendengar jeritan orang-orang yang menyebutkan nama Allah. Sama seperti bencana gempa dahsyat dan tsunami yang melanda Aceh di akhir Desember 2004. Semua orang mengingat dan menyebut-nyebut nama Allah. Sungguh sangat menggugah hati nurani kita.
Bencana -bencana ini, membuat banyak pihak ikut tergerak hati, terpanggil nurani untuk membantu saudara-saudara kita yang ditimpa bencana memilukan itu. Di berbagai tempat ada yang berinisiasi mengumpulan donasi-donasi di setiap persimpangan atau traffic lights, seperti halnya di Aceh. Semua orang berinisiasi mengumpulkan dana, legal maupun illegal. Mereka ramai-ramai membawa kotak amal, sebagai bentuk partisipasi dan wujud kata peduli atau apalah.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





