POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal

Sindi HazirahOleh Sindi Hazirah
February 24, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Angin sore berhembus lembut, membelai dedaunan dan membuat rerumputan bergoyang perlahan. Di bawah langit yang mulai merona keemasan, Jamila berdiri di hadapan sebuah nisan yang telah lima tahun tak pernah ia lupakan. Dengan hati-hati, ia meletakkan seikat bunga lily putih di atasnya, mengusap permukaan batu yang bertuliskan nama suaminya: Akbar Rahmatullah.

“Assalamualaikum, Akbar…” suaranya lirih, namun penuh kehangatan. Seolah-olah ia tengah berbicara dengan seseorang yang masih bisa menjawab.

Duduk bersimpuh di samping pusara, Jamila menarik napas dalam, membiarkan semua kenangan mengalir dalam benaknya. Lima tahun berlalu sejak kepergian Akbar. Lima tahun yang penuh dengan perjuangan, tangisan, dan tawa yang kembali ia temukan sedikit demi sedikit.

“Aku sudah lulus, Akbar… Aku berhasil menyelesaikan kuliahku seperti yang kau inginkan,” ucapnya dengan senyum tipis. “Tidak mudah, tapi aku tetap bertahan. Aku bekerja di salah satu perusahaan besar sekarang. Aku ingin kau tahu kalau aku baik-baik saja.”

Matanya berkaca-kaca, bukan hanya karena kesedihan, tapi juga kebanggaan. Ia berhasil melanjutkan hidup, seperti yang diminta Akbar dalam surat terakhirnya.

“Arya sudah delapan tahun sekarang. Dia tumbuh menjadi anak yang pintar, mirip sekali denganmu. Ia suka membaca, suka bertanya banyak hal, dan selalu ingin tahu tentang ayahnya. Aku sering menceritakan tentangmu padanya. Tentang bagaimana ayahnya adalah pria yang penuh kasih sayang, yang ingin melihatnya tumbuh bahagia.”

📚 Artikel Terkait

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Ekonomi Keuangan Syariah Terus Meningkat Dalam 5 Tahun Terakhir

Mungkinkah Aceh Menerapkan Sistem Nomokrasi?

Selamatkan Pendidikan – Ulasan

Jamila menghela napas pelan, tangannya mengusap nisan suaminya dengan lembut.

“Kadang aku masih bertanya-tanya… Bagaimana jika kau masih di sini? Bagaimana jika kita masih bisa berbagi mimpi bersama? Tapi aku tahu, Akbar… Kau ingin aku bahagia. Kau ingin aku melangkah ke depan, bukan terperangkap dalam kesedihan.”

Angin kembali berhembus, seolah membisikkan jawaban yang tak terdengar. Hatinya terasa lebih ringan dari sebelumnya. Meskipun kehilangan itu masih ada, ia telah belajar menerima bahwa cinta tidak selalu harus diiringi dengan kehadiran. Cinta sejati tidak akan pernah usang, meskipun waktu terus berjalan.

Dengan hati yang lebih tenang, Jamila berdiri. Ia menatap langit yang mulai berubah warna, senja yang indah seolah menjadi pertanda bahwa keindahan selalu ada, bahkan setelah kehilangan.

“Aku akan terus hidup, Akbar. Aku akan terus menjaga Arya. Aku akan terus mengejar kebahagiaan, seperti yang kau inginkan. Dan aku akan selalu mencintaimu, dalam cara yang tak akan pernah pudar.”

Jamila tersenyum, lalu melangkah pergi. Angin berhembus lembut, membawa serta doa dan kenangan yang akan selalu abadi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share10SendShareScanShare
Sindi Hazirah

Sindi Hazirah

Lahir di desa Meugit, Ujung Rimba, Pidie Aceh. Lulusan SMA N 1 Mutiara, Beureunun yang bercita-cita ingin menjadi penulis yang karyanya dikenal dengan nama baik selama berabad-abad. Layaknya William Shakespeare yang terkenal dengan karya Romeo and Juliet, karya fenomenal yang hampir semua orang di dunia tahu tentang karyanya. Benar-benar legenda.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00