• Latest
Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal - IMG 20250224 WA0007 | Cerpen | Potret Online

Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal

Februari 24, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal - IMG 20250224 WA0007 | Cerpen | Potret Online

Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal

Sindi Hazirah by Sindi Hazirah
Februari 24, 2025
in Cerpen, Fiksi
Reading Time: 11 mins read
0
623
SHARES
3.5k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Angin sore berhembus lembut, membelai dedaunan dan membuat rerumputan bergoyang perlahan. Di bawah langit yang mulai merona keemasan, Jamila berdiri di hadapan sebuah nisan yang telah lima tahun tak pernah ia lupakan. Dengan hati-hati, ia meletakkan seikat bunga lily putih di atasnya, mengusap permukaan batu yang bertuliskan nama suaminya: Akbar Rahmatullah.

“Assalamualaikum, Akbar…” suaranya lirih, namun penuh kehangatan. Seolah-olah ia tengah berbicara dengan seseorang yang masih bisa menjawab.

Duduk bersimpuh di samping pusara, Jamila menarik napas dalam, membiarkan semua kenangan mengalir dalam benaknya. Lima tahun berlalu sejak kepergian Akbar. Lima tahun yang penuh dengan perjuangan, tangisan, dan tawa yang kembali ia temukan sedikit demi sedikit.

“Aku sudah lulus, Akbar… Aku berhasil menyelesaikan kuliahku seperti yang kau inginkan,” ucapnya dengan senyum tipis. “Tidak mudah, tapi aku tetap bertahan. Aku bekerja di salah satu perusahaan besar sekarang. Aku ingin kau tahu kalau aku baik-baik saja.”

Matanya berkaca-kaca, bukan hanya karena kesedihan, tapi juga kebanggaan. Ia berhasil melanjutkan hidup, seperti yang diminta Akbar dalam surat terakhirnya.

“Arya sudah delapan tahun sekarang. Dia tumbuh menjadi anak yang pintar, mirip sekali denganmu. Ia suka membaca, suka bertanya banyak hal, dan selalu ingin tahu tentang ayahnya. Aku sering menceritakan tentangmu padanya. Tentang bagaimana ayahnya adalah pria yang penuh kasih sayang, yang ingin melihatnya tumbuh bahagia.”

Jamila menghela napas pelan, tangannya mengusap nisan suaminya dengan lembut.

“Kadang aku masih bertanya-tanya… Bagaimana jika kau masih di sini? Bagaimana jika kita masih bisa berbagi mimpi bersama? Tapi aku tahu, Akbar… Kau ingin aku bahagia. Kau ingin aku melangkah ke depan, bukan terperangkap dalam kesedihan.”

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

Angin kembali berhembus, seolah membisikkan jawaban yang tak terdengar. Hatinya terasa lebih ringan dari sebelumnya. Meskipun kehilangan itu masih ada, ia telah belajar menerima bahwa cinta tidak selalu harus diiringi dengan kehadiran. Cinta sejati tidak akan pernah usang, meskipun waktu terus berjalan.

Dengan hati yang lebih tenang, Jamila berdiri. Ia menatap langit yang mulai berubah warna, senja yang indah seolah menjadi pertanda bahwa keindahan selalu ada, bahkan setelah kehilangan.

“Aku akan terus hidup, Akbar. Aku akan terus menjaga Arya. Aku akan terus mengejar kebahagiaan, seperti yang kau inginkan. Dan aku akan selalu mencintaimu, dalam cara yang tak akan pernah pudar.”

Jamila tersenyum, lalu melangkah pergi. Angin berhembus lembut, membawa serta doa dan kenangan yang akan selalu abadi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Page 6 of 6
Prev1...56
SummarizeShare249Tweet156
Sindi Hazirah

Sindi Hazirah

Lahir di desa Meugit, Ujung Rimba, Pidie Aceh. Lulusan SMA N 1 Mutiara, Beureunun yang bercita-cita ingin menjadi penulis yang karyanya dikenal dengan nama baik selama berabad-abad. Layaknya William Shakespeare yang terkenal dengan karya Romeo and Juliet, karya fenomenal yang hampir semua orang di dunia tahu tentang karyanya. Benar-benar legenda.

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal - IMG 20250224 WA0013 | Cerpen | Potret Online

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com