POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Perempuan

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Februari 24, 2025
in Perempuan, Puisi Essay
0
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - IMG 20250224 WA0013 | Perempuan | Potret Online

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (10)

Oleh Gunawan Trihantoro


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

IMG_0811
Baca Juga
Artikel
Krisis Moral dan Tantangan Martabat Perempuan di Indonesia
17 Apr 2026
Selengkapnya

Setelah keluarganya tumpas di tangan Belanda, Nyi Ageng Serang turut menyokong perjuangan Diponegoro. Bahkan, dia adalah pemimpin pasukan perang melawan Belanda pada 1825. [1]


Di tanah yang kerap dibasuh hujan,
berdiri seorang perempuan berjiwa baja.
Bukan sekadar ibu, bukan sekadar istri,
melainkan nyala api yang menolak padam.

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 2025 05 15 09 56 48 | Perempuan | Potret Online
Baca Juga
Puisi Cinta
Do’a yang Tak Pernah Selesai
15 Mei 2025
Selengkapnya

Darah bangsawan mengalir di nadinya,
tetapi hatinya milik rakyat jelata.
Dari kecil, ia tak diajarkan menyerah,
melainkan bertempur dengan akal dan nyali.

“Jangan kau pikir aku rapuh,
Jangan kau sangka aku gentar!
Aku lahir dari petir yang menggelegar,
Aku adalah bara di tanah yang kau injak!”

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - a1d71bbf 43be 4fd9 9079 c0a6dec6215e | Perempuan | Potret Online
Baca Juga
Lingkungan
Di Antara Puing-Puing Harapan
12 Feb 2025
Selengkapnya

-000-

Angin berbisik di rerimbunan bambu,
langit mengabarkan firasat yang muram.
Nyi Ageng Serang mendongak ke cakrawala,
menatap jauh ke medan perang yang kian mendekat.

Diponegoro telah bergerak,
seperti ombak yang hendak menghantam karang.
Tapi Belanda, dengan licik dan siasat,
menanam jebakan dalam cawan persahabatan.

Ia menggenggam keris yang berkilau,
sembari berbisik pada angin malam,
“Jangan biarkan tanah ini menjadi pekuburan kehormatan,
biarkan ia menjadi pusara bagi para penjajah.”

-000-

Nyi Ageng Serang tak hanya bertempur,
Ia merancang siasat, mengatur langkah.
Ia paham medan, paham rakyat,
Menggerakkan pasukan dengan lincah dan cerdik.

Di bawah komando seorang perempuan,
lelaki tak gentar, pemuda tak goyah.
Sebab nyalanya lebih terang dari obor,
sebab tekadnya lebih tajam dari belati.

-000-

Tetapi tak semua perang berujung kemenangan,
dan tak semua pahlawan menutup mata di medan laga.
Tahun berlalu, pertempuran memudar,
namun nama Nyi Ageng Serang tetap berkobar.

Ia tak sekadar bertempur,
tapi mengajarkan arti kehormatan.
Ia tak sekadar melawan,
tapi menanamkan benih perlawanan.

Sampai hari ini, di tiap desiran angin,
masih terdengar gaung langkahnya.
Di tiap nyala lilin perjuangan,
masih tersimpan bara semangatnya.

“Jangan biarkan tanah ini menjadi dingin,
Jangan biarkan darah ini tumpah sia-sia.
Selama kita masih mengingat, selama kita masih berjuang,
Aku, Nyi Ageng Serang, tetap hidup!”


Rumah Kayu Cepu, 6 Februari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Nyi Ageng Serang yang lahir sebagai Raden Ajeng Retno Edhi pada abad ke-18 dan berasal dari Kesultanan Mataram. https://tirto.id/firasat-nyi-ageng-serang-dan-siasat-de-kock-menangkap-diponegoro-gCjN
• Ia berperan penting dalam Perang Diponegoro (1825–1830) dengan strategi gerilyanya yang cerdas.
• Ia dikenal sebagai ahli strategi perang dan memimpin pasukan melawan kolonial Belanda.
• Firasat dan kebijaksanaan taktisnya banyak disebut dalam catatan sejarah, termasuk dukungannya terhadap Pangeran Diponegoro.
• Nama dan semangatnya tetap hidup sebagai simbol perlawanan perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Previous Post

Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal

Next Post

Demikian

Next Post
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1000364574 | Perempuan | Potret Online

Demikian

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah