POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Perempuan

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Februari 24, 2025
in Perempuan, Puisi Essay
0
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - IMG 20250224 WA0013 | Perempuan | Potret Online

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (10)

Oleh Gunawan Trihantoro


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Baca Juga
  • Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - ec09d77c 5b89 4e2c b4f8 382ce6064ffa | Perempuan | Potret Online
    #Cerpen
    Ketika Ibu Turun ke Jalan
    04 Mar 2026
  • 02
    Bingkai
    Orasi Pendidikan Hari Kartini Institut KAPAL Perempuan 2021
    22 Apr 2021

Setelah keluarganya tumpas di tangan Belanda, Nyi Ageng Serang turut menyokong perjuangan Diponegoro. Bahkan, dia adalah pemimpin pasukan perang melawan Belanda pada 1825. [1]


Di tanah yang kerap dibasuh hujan,
berdiri seorang perempuan berjiwa baja.
Bukan sekadar ibu, bukan sekadar istri,
melainkan nyala api yang menolak padam.

Baca Juga
  • Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - c24ca38d 6e95 49ba bb6a 062831573db5 | Perempuan | Potret Online
    Puisi Essay
    Dari Limbah Menjadi Cinta
    09 Feb 2025
  • 02
    Artikel
    PENTING SEKALI PEREMPUAN BERPENDIDIKAN TINGGI
    13 Jun 2017

Darah bangsawan mengalir di nadinya,
tetapi hatinya milik rakyat jelata.
Dari kecil, ia tak diajarkan menyerah,
melainkan bertempur dengan akal dan nyali.

“Jangan kau pikir aku rapuh,
Jangan kau sangka aku gentar!
Aku lahir dari petir yang menggelegar,
Aku adalah bara di tanah yang kau injak!”

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Mengenal Lebih Dalam Gejala PMS Pada Perempuan
    01 Nov 2017
  • Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1834d257 bc1e 4af1 86d2 12165e950029 | Perempuan | Potret Online
    Palestina
    Gaza yang Tak Pernah Padam
    09 Jan 2025

-000-

Angin berbisik di rerimbunan bambu,
langit mengabarkan firasat yang muram.
Nyi Ageng Serang mendongak ke cakrawala,
menatap jauh ke medan perang yang kian mendekat.

Diponegoro telah bergerak,
seperti ombak yang hendak menghantam karang.
Tapi Belanda, dengan licik dan siasat,
menanam jebakan dalam cawan persahabatan.

Ia menggenggam keris yang berkilau,
sembari berbisik pada angin malam,
“Jangan biarkan tanah ini menjadi pekuburan kehormatan,
biarkan ia menjadi pusara bagi para penjajah.”

-000-

Nyi Ageng Serang tak hanya bertempur,
Ia merancang siasat, mengatur langkah.
Ia paham medan, paham rakyat,
Menggerakkan pasukan dengan lincah dan cerdik.

Di bawah komando seorang perempuan,
lelaki tak gentar, pemuda tak goyah.
Sebab nyalanya lebih terang dari obor,
sebab tekadnya lebih tajam dari belati.

-000-

Tetapi tak semua perang berujung kemenangan,
dan tak semua pahlawan menutup mata di medan laga.
Tahun berlalu, pertempuran memudar,
namun nama Nyi Ageng Serang tetap berkobar.

Ia tak sekadar bertempur,
tapi mengajarkan arti kehormatan.
Ia tak sekadar melawan,
tapi menanamkan benih perlawanan.

Sampai hari ini, di tiap desiran angin,
masih terdengar gaung langkahnya.
Di tiap nyala lilin perjuangan,
masih tersimpan bara semangatnya.

“Jangan biarkan tanah ini menjadi dingin,
Jangan biarkan darah ini tumpah sia-sia.
Selama kita masih mengingat, selama kita masih berjuang,
Aku, Nyi Ageng Serang, tetap hidup!”


Rumah Kayu Cepu, 6 Februari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Nyi Ageng Serang yang lahir sebagai Raden Ajeng Retno Edhi pada abad ke-18 dan berasal dari Kesultanan Mataram. https://tirto.id/firasat-nyi-ageng-serang-dan-siasat-de-kock-menangkap-diponegoro-gCjN
• Ia berperan penting dalam Perang Diponegoro (1825–1830) dengan strategi gerilyanya yang cerdas.
• Ia dikenal sebagai ahli strategi perang dan memimpin pasukan melawan kolonial Belanda.
• Firasat dan kebijaksanaan taktisnya banyak disebut dalam catatan sejarah, termasuk dukungannya terhadap Pangeran Diponegoro.
• Nama dan semangatnya tetap hidup sebagai simbol perlawanan perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Previous Post

Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal

Next Post

Demikian

Next Post
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1000364574 | Perempuan | Potret Online

Demikian

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah