• Latest
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - IMG 20250224 WA0013 | Perempuan | Potret Online

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

Februari 24, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1001348646_11zon | Perempuan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1001353319_11zon | Perempuan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1001361361_11zon | Perempuan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Februari 24, 2025
in Perempuan, Puisi Essay
Reading Time: 3 mins read
0
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - IMG 20250224 WA0013 | Perempuan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (10)

Oleh Gunawan Trihantoro


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Baca Juga
  • Mendamba Presiden Pro Perempuan dan Keberagaman
  • Puasa, Lapar, dan Makna Sabar

Setelah keluarganya tumpas di tangan Belanda, Nyi Ageng Serang turut menyokong perjuangan Diponegoro. Bahkan, dia adalah pemimpin pasukan perang melawan Belanda pada 1825. [1]


Di tanah yang kerap dibasuh hujan,
berdiri seorang perempuan berjiwa baja.
Bukan sekadar ibu, bukan sekadar istri,
melainkan nyala api yang menolak padam.

Baca Juga
  • Di Balik Langkah Guru Nias
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Darah bangsawan mengalir di nadinya,
tetapi hatinya milik rakyat jelata.
Dari kecil, ia tak diajarkan menyerah,
melainkan bertempur dengan akal dan nyali.

“Jangan kau pikir aku rapuh,
Jangan kau sangka aku gentar!
Aku lahir dari petir yang menggelegar,
Aku adalah bara di tanah yang kau injak!”

Baca Juga
  • YANG TAK MAU TERKUBUR DI DAPUR
  • Do’a yang Tak Pernah Selesai

-000-

Angin berbisik di rerimbunan bambu,
langit mengabarkan firasat yang muram.
Nyi Ageng Serang mendongak ke cakrawala,
menatap jauh ke medan perang yang kian mendekat.

Diponegoro telah bergerak,
seperti ombak yang hendak menghantam karang.
Tapi Belanda, dengan licik dan siasat,
menanam jebakan dalam cawan persahabatan.

Ia menggenggam keris yang berkilau,
sembari berbisik pada angin malam,
“Jangan biarkan tanah ini menjadi pekuburan kehormatan,
biarkan ia menjadi pusara bagi para penjajah.”

-000-

Nyi Ageng Serang tak hanya bertempur,
Ia merancang siasat, mengatur langkah.
Ia paham medan, paham rakyat,
Menggerakkan pasukan dengan lincah dan cerdik.

Di bawah komando seorang perempuan,
lelaki tak gentar, pemuda tak goyah.
Sebab nyalanya lebih terang dari obor,
sebab tekadnya lebih tajam dari belati.

-000-

Tetapi tak semua perang berujung kemenangan,
dan tak semua pahlawan menutup mata di medan laga.
Tahun berlalu, pertempuran memudar,
namun nama Nyi Ageng Serang tetap berkobar.

Ia tak sekadar bertempur,
tapi mengajarkan arti kehormatan.
Ia tak sekadar melawan,
tapi menanamkan benih perlawanan.

Sampai hari ini, di tiap desiran angin,
masih terdengar gaung langkahnya.
Di tiap nyala lilin perjuangan,
masih tersimpan bara semangatnya.

“Jangan biarkan tanah ini menjadi dingin,
Jangan biarkan darah ini tumpah sia-sia.
Selama kita masih mengingat, selama kita masih berjuang,
Aku, Nyi Ageng Serang, tetap hidup!”


Rumah Kayu Cepu, 6 Februari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Nyi Ageng Serang yang lahir sebagai Raden Ajeng Retno Edhi pada abad ke-18 dan berasal dari Kesultanan Mataram. https://tirto.id/firasat-nyi-ageng-serang-dan-siasat-de-kock-menangkap-diponegoro-gCjN
• Ia berperan penting dalam Perang Diponegoro (1825–1830) dengan strategi gerilyanya yang cerdas.
• Ia dikenal sebagai ahli strategi perang dan memimpin pasukan melawan kolonial Belanda.
• Firasat dan kebijaksanaan taktisnya banyak disebut dalam catatan sejarah, termasuk dukungannya terhadap Pangeran Diponegoro.
• Nama dan semangatnya tetap hidup sebagai simbol perlawanan perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post
Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa - 1000364574 | Perempuan | Potret Online

Demikian

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com