Dengarkan Artikel
Wanita itu tersenyum hangat menuju lokasi yang sudah di share sang suami, dengan harum parfume dan setelan baju formal pemberian Akbar tapi, ia bersenandung kecil di sepanjang perjalanan. Menikmati hari ulang tahunnya dengan hati riang.
“Sayang, aku di sini!” Lambaian tangan kekar itu terlihat di depan mata. Jamila tersenyum, berlari kecil dan menjumpai sang suami yang juga memakai setelan formal dengan balutan jas mahal serta dasi yang terikat rapi.
“Merek ini mahal banget mas, kamu belinya kapan?” tanya Jamila ketika melihat logo brand di dada sebelah kiri suaminya.
“Haha, enggak, ini aku sewa khusus buat hari ini.”
📚 Artikel Terkait
Hati Jamila menghangat, menggenggam tangan lalu berjalan di sekitaran taman kota seolah-olah mereka sepasang kekasih yang mencuri waktu kerja untuk keliling bersama.
Bahagia cukup sederhana, mendapat perlakuan seperti ini tak pernah terlintas di pikiran Jamila dahulu, ia hanya menghabiskan waktu di rumah, hamil, menyusui, merawat buah hati dan hanya bisa melihat teman-temannya bersenang-senang di akun sosial media mereka terkadang.
Jamila tidak punya aktifitas lain selain menjadi ibu rumah tangga, menunggu suami pulang dengan membereskan rumah, menyiapkan makanan dan berkumpul dengan ibu-ibu tetangga untuk sekedar bercanda gurau.
Prestasi besar perempuan di bagian pelosok adalah, ‘pernikahan’. Lumrah ditemui di kampung-kampung bahkan di kabupaten sekalipun. Pandangan orang-orang tentang wanita yang sudah menikah dan yang belum akan sangat berbeda.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





