Senin, April 20, 2026

Peradaban Kita dalam Tumpukan Sampah 

Peradaban Kita dalam Tumpukan Sampah  - IMG 20250223 WA0025 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Peradaban Kita dalam Tumpukan Sampah 

Wah, adem ya. Ujar sang sahabat. Lagi pula langit tampak cerah dan berwarna abu kebiruan. Aku merespon dengan rasa syukur. Alhamdulilah ucapku sambil menoleh ke wajahnya dan memberi tahu, kalau aku mengambil jalan ke kanan, ke arah jalan Blang Bintang lama. Jalan itu lebih dekat, dibandingkan belok kiri ke arah Lambaro Kaphe. Ya, lewat jalan Blang Bintang lama, aku bisa menunjukan pada teman kalau di tengah jalan, akan bisa melihat sebuah Universitas Abul Yatama, yang berlokasi di desa Lampouh Keude, yang tak jauh dari rumahku. Juga aku ingin menjamunya dengan suguhan kopi Arabika Gayo. Maka, ia tidak langsung kuantarkan ke hotel.

Aku ingin ia merasakan cita rasa aroma kopi Arabica Goyo Highland. Aku memilih warung kopi yang sudah sangat dekat dengan rasa yang disajikan di warung kopi yang menempati bangunan kecil, berdinding kayu, dan di sampingnya ada Musleni Tomyam, yang juga banyak menyediakan sajian makan siang dan malam. 

Dalam perjalanan dari bandara ke warung Gerobak, yang hanya beberapa meter dari POTRET Gallery, mata sang sahabat sering terarah pada tumpukan sampah. Bukan karena ia suka melihat sampah, tapi ia adalah sahabat yang punya concern dan Pekerjaan sebagai aktivis lingkungan. Jadi Wajah kalau matanya sering terarah pada sampah yang dilihatnya menggangu penglihatan. Ia pun berujar, “ Wah, sampahnya sampai terbang ke jalan ya!”. 

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist