POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Manajemen Demokrasi

RedaksiOleh Redaksi
February 20, 2025
Tags: #analisis
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Suroto 

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Direktur Cooperative Research Center, Institut Teknologi Keling Kumang, CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR Federation)

Demokrasi dalam mekanisme kerja politik negara sering dianggap sebagai sistem yang tidak efisien dan lamban dikarenakan harus mengakomodir kemauan  banyak orang. Akhirnya, alternatif  yang dipilih dalam praktik kebanyakan menyerahkan sepenuhnya demokrasi kedalam panduan elit. 

Mohammad Hatta (1954) menegaskan dalam pernyataanya bahwa demokrasi kita itu adalah bukan demokrasi cap Ningkrat, atau cap Intelek, melainkan cap Rakyat. Ini artinya demokrasi itu harus dihargai dan diambil dalam garis rata rata. Demokrasi yang hargai aspirasi dan kebebasan orang banyak dan dipandu oleh kebijakan para cerdik pandai. 

📚 Artikel Terkait

Mau Membangun Bisnis dengan Modal Kecil ?

Negara Partitokrasi, dan Kewajiban Menolak Perilaku Anti Demokrasi

Kesejahteraan Lansia di Aceh Semakin Meningkat

BENGKEL OPINI RAKyat

Aspirasi banyak orang memang sulit diatur, ciptakan kebisingan dan menjadi lambat. Selain itu, suara kolektif juga dapat membunuh  daya kreatif yang dimiliki individu yang butuh konsentrasi dalam pikiran dan tindakan. Demikian juga kebenaran, bisa saja ditenggelamkan dalam suara massal, suara orang banyak.

Demokrasi memang bukan dimaksudkan untuk mengangkat pemimpin bodoh, tapi orang bodoh bisa saja lahir dari suara mayoritas. Sementara kehendak mayoritas itu tidak berarti merupakan keputusan terbaik atau paling bijaksana; sebab suara terbanyak itu  hanya representasikan kehendak dari jumlah yang lebih besar.

Aspirasi orang banyak bahkan dapat bersifat destruktif, namun tidak mendengarkan aspirasi dan apalagi mengekang kebebasan itu jelas anti demokrasi. Mendengar aspirasi dan menghargai kebebasan harus diletakkan sebagai penopang demokrasi yang konstruktif dan substantif. Perusak aspirasi dan kebebasan ini harus disebut sebagai bentuk kejahatan serius negara.

Demokrasi Rata-Rata

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 112x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 101x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 92x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #analisis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Gen Z: Jangan Memandang Generasiku Buruk

Gen Z: Jangan Memandang Generasiku Buruk

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00