POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rabu Abeh dan Terapi Air Laut untuk Kesehatan

Nurul HikmahOleh Nurul Hikmah
February 18, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nurul Hikmah, S.Pd.I, M.A

Ada banyak tradisi-tradisi lokal dalam masyarakat Aceh yang hampir semua dihubungkan dengan agama. Baik dianggap sebagai tradisi Islam maupun tradisi Hindu yang dipercaya pernah dianut oleh orang-orang yang pernah tinggal di wilayah Aceh terdahulu. Salah satu tradisi tersebut adalah Rabu Abeh (Rabu Terakhir).

Merujuk pada sebuah artikel dari laman baznas.go.id disebutkan dalam tradisi masyarakat Jawa juga terdapat sebuah tradisi yang sama yaitu Rebo Wekasan. Tradisi ini dilakukan pada hari Rabu terakhir bulan Safar untuk tujuan menolak bala.

Disebutkan dalam artikel tersebut bahwa “Rabu terakhir bulan Safar sering dianggap sebagai hari yang penuh dengan bencana atau musibah.

Beberapa kalangan percaya bahwa pada hari ini, Allah menurunkan berbagai macam cobaan atau ujian kepada umat manusia. Oleh karena itu, banyak orang yang merasa perlu melakukan berbagai amalan khusus untuk menolak bala atau menghindari kesulitan yang diyakini turun pada hari tersebut.”

Dalam lanjutan isi artikel tersebut ditulis, “Kepercayaan ini berasal dari cerita-cerita yang berkembang di masyarakat, namun tidak semua kalangan Islam sepakat dengan pandangan ini.

Sebagian ulama dan cendekiawan Muslim berpendapat bahwa keyakinan ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam dan lebih merupakan hasil dari kepercayaan lokal yang bercampur dengan budaya.”

Berbeda dengan praktik tradisi Rabu Abeh yang dilakukan oleh masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya. Istilah Rabu Abeh lebih sering dipakai untuk menyebutkan pekan terakhir bulan Sya’ban atau minggu terakhir sebelum masuknya bulan Ramadan.

📚 Artikel Terkait

Uang

Soeharto Pahlawan? Jangan Hina Akal Sehat Kami, Kawan.

Jelajah Literasi di Pulau Aceh

Aku Menulis, Aku Ada

Dalam tradisi Rabu terakhir ini masyarakat berbondong-bondong pergi ke laut untuk mandi dan berendam di laut bersama keluarga. Entah masyarakat mengikuti tradisi Rebo Wekasan atau ikut-ikutan saja melakukan kegiatan rekreasi bersama keluarga pada beberapa pekan terakhir bulan Sya’ban tersebut.

Namun demikian, jika dilihat dari segi kesehatan ternyata terapi air laut sangat bermanfaat bagi tubuh. Dikutip dari laman Alodokter bahwa terapi air laut ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.

Berendam dengan air laut dapat membantu proses terapi tulang dan sendi, mengurangi rematik dan pegal-pegal, membantu mengurangi masalah kulit hingga saluran pernapasan. Selain itu, mandi dan berendam dalam air garam juga dapat membantu mengurangi stres dan membuat tidur lebih nyenyak. Oleh karena itu, terapi ini sangat dianjurkan oleh beberapa terapis dan oleh ahli pengobatan alternatif.

Menurut sebuah artikel dari laman medicalnewstoday.com bahwa terapi air laut ini disebut juga dengan thalassotherapy yang berasal dari kata Yunani ‘thalassa’ yang berarti lautan. Thalassotherapy sudah ada sejak abad ke-19, meskipun mandi di laut untuk mendapat manfaat kesehatan sudah dipraktikkan jauh sebelum itu.

Lalu muncul pertanyaan mengapa harus mandi di laut sebelum Ramadan? Ramadan merupakan bulan di mana umat Islam berpuasa dan menahan diri dari berbagai macam hal termasuk menahan diri untuk tidak mengonsumsi sumber pasokan energi sehingga badan yang tidak sering berpuasa akan terkejut dan kekurangan energi.

Kekurangan pasokan vitamin, gizi dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh bisa melemahkan tubuh, diharapkan dengan terapi air laut ini tubuh akan menjadi lebih segar dan siap untuk siklus baru selama sebulan penuh.

Selain itu, penyakit dan keluhan yang dirasakan selama sebelas bulan bisa diterapi dengan menggunakan terapi air laut ini agar badan kembali sehat untuk menyongsong Ramadan penuh berkah.

Oleh karena itu, jika dipraktikkan dengan bijaksana, tradisi-tradisi yang dilakukan Indatu di Tanoh Seramo Mekkah ini tidak melulu praktik syirik atau praktik yang mengikuti tradisi Hinduisme.

Namun, lebih dari itu dapat bermanfaat bagi kesehatan, budaya, dan tatanan sosial masyarakat. Diharapkan tradisi-tradisi yang berkembang dalam masyarakat Aceh dapat membangun silaturahmi yang solid antar warga.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 87x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 62x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 50x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

Guru SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh

Please login to join discussion
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
68
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
200
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Khasiat Tempe Mentah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00