POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Calon Pewaris

Heri HalilingOleh Heri Haliling
February 18, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“Andreas!!!? Andreas!!? Hei!!? Bangun???!! Sadar!!!!??” suara pria tak asing mengantarku pada realita. Ku buka mataku yang payah itu perlahan. Ternyata Julak Ampoy. Beliau tampak masih menepuk pipiku. Aku mengernyit tanda sedikit sakit. Dari sipit mataku, ku curi wajahnya yang sedikit Tionghoa itu kini tersenyum lega. Ku edarkan pandang; ternyata aku telah dibopong dalam kamar.

“Ada apa ini Julak?” tanyaku dengan badan meriang; sungguh seperti bekas lari ratusan km dan angkat beban berat seharian. Tubuhku kacau sampai ke sendi. Aku lihat jam, pukul 12 malam.

“Aku keluar merokok saat ku perhatikan jendela rumah ini terbuka; aku melihatmu melayang-layang hampir setengah meter. Lalu jatuh” tukas Julak Ampoy.

Aku kaget karena tak mengetahui hal itu. Tapi segera menyimpulkan bahwa mungkin itulah penyebab tubuhku yang pegal tak karuan ini.

“Hantu, Julak? Saya melihatnya” jelasku langsung teringat sosok setan tanpa kepala itu.

Seolah sesuatu yang lumrah, Julak Ampoy tak menunjukkan sesuatu yang ku harapkan.

📚 Artikel Terkait

Aceh Miskin?

Dua Dasawarsa Memotret Negeri

Aliansi Masyarakat Menggugat Keadilan Desak Pemerintah Tuntaskan Konflik Lahan di Aceh Timur

Cerita Tanpa Kisah

“Malam ke-3 dia telah tampakkan wujud” katanya mengangguk. Aku tentu penasaran bercampur ketakutan.

“Siapa hantu itu Julak? Bisakah saya tinggal di rumah Anda saja?” pintaku dengan hormat.

Julak Ampoy tersenyum.

“Adikku itu memang keras jika mendidik putranya.  Kau sengaja diminta tinggal di rumah ini. Kau harus belajar.”

Aku tak paham dan malahan merasakan sebal. Ku pikir dari ucapan Julak Ampoy bahwa semua ini bagian dari kesengajaan.

“Ayah memang keterlaluan. Saya diminta belajar apa tentang teror ini?”

“Kau putra adat! Dalam tubuhmu mengalir darah kemandirian dan keberanian” kata Julak Ampoy berdiri. Dari gerak kaki, sepertinya dia hendak pergi. “Kau aman di sini. Ini  latihan bagus. Pesanku, apapun yang kau terima, jangan sekali-kali kau percaya dengan makhluk itu. Tradisi tetap tradisi! Ikuti dan pertahankan!”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Mewujudkan Masyarakat Ideal dengan Akhlaqul Karimah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00