POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Hegemoni

Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja

Redaksi by Redaksi
Juli 26, 2025
in #Hegemoni, #Perang, Thailand
0
Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja - 2025 07 26 10 19 10 | #Hegemoni | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Thailand baru saja angkat koper dari Indonesia, akibat cakar sakti Garuda Muda. Maaf, keceplosan soal turnamen ASEAN U23. Kali ini kisah lanjutan perang terkini antara dua negara bertetangga, Thailand dan Kamboja. Banyak followers nanya, “Bang, minta update perang Thailand vs Kamboja, dong!” Followers yang suka keributan ini, ups. Baiklah, mari simak narasinya perang sesama negara ASEAN sambil seruput kopi tanpa gula agar otak selalu encer dan waras.

Tanggal 26 Juli 2025 seharusnya jadi hari biasa, mungkin waktunya panen padi atau belajar sejarah di sekolah. Tapi di perbatasan Thailand–Kamboja, hari itu berubah menjadi opera berdarah penuh artileri, drone, dan dendam sejarah yang disulut peta kuno buatan kolonialis Prancis tahun 1907.

Baca Juga
  • 7ee08cac-6fb8-42d4-9d8e-0068725dea87
    Artikel
    Unbroken: Penghormatan untuk Veteran dan Pengingat Kehancuran Perang
    04 Mei 2026
  • Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja - 2025 06 14 06 06 40 | #Hegemoni | Potret Online
    #Hegemoni
    Begitu Susahnya Tito Minta Maaf pada Rakyat Aceh
    18 Jun 2025

Thailand memulai babak baru konflik ini dengan ledakan dramatis. Mereka mengklaim telah menewaskan sekitar 100 tentara Kamboja dalam serangan udara dan artileri di wilayah Phu Phi, sebuah kawasan yang dulunya mungkin hanya dikenal tukang ojek setempat, kini viral sebagai neraka lapangan. Dentuman artileri mengguncang bukan hanya tanah, tapi juga sejarah, karena tempat yang diperebutkan adalah kuil-kuil kuno, Preah Vihear, Ta Moan Thom, dan Ta Krabei. Di tempat suci itu, di mana para leluhur dahulu memanjatkan doa, kini rudal-lah yang menggelegar.

Kamboja tak tinggal diam. Mereka tidak hanya membalas secara militer, tapi juga secara diplomatik. Dengan wajah garang dan pena yang tajam, Kamboja memutuskan hubungan diplomatik dengan Thailand dan mengirim surat resmi ke Presiden Dewan Keamanan PBB dan Ketua ASEAN, PM Malaysia Anwar Ibrahim. Lalu, menyerukan pembahasan gencatan senjata dan penyelesaian berdasarkan hukum internasional. Namun, suara surat tidak bisa menyaingi suara bom cluster, senjata yang dituduh digunakan oleh Thailand dan digolongkan sebagai pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga
  • Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja - 117fd160 0ca4 4ddc afab 02c04e224303 | #Hegemoni | Potret Online
    Artikel
    Berkunjung ke Sejumlah Universitas di Thailand
    20 Jun 2023
  • Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja - b43d4b14 68d2 4955 a083 1c99f6e1886e | #Hegemoni | Potret Online
    #Perang
    Serangan Iran Semakin Menakutkan, Israel Berlakukan Darurat Nasional
    07 Mar 2026

Sementara itu, Thailand menetapkan darurat militer di 8 distrik perbatasan. Tentu saja, karena tak ada yang lebih damai dari mendirikan pos tentara di mana-mana. Mereka menegaskan bahwa semua tindakan hanyalah balasan atas serangan dari pihak Kamboja. Seolah ledakan-ledakan itu adalah diskusi intelektual antar senjata, bukan eskalasi.

Korban sipil? Tentu ada. Karena dalam peperangan modern, rakyat kecil bukan hanya jadi penonton, mereka jadi panggung dan korban. Setidaknya 14 warga sipil tewas, termasuk anak-anak yang seharusnya sedang bermain petak umpet, bukan bersembunyi dari serpihan peluru. Lebih dari 40.000 warga telah dievakuasi, meninggalkan rumah, sawah, dan sisa harapan di bawah langit yang kini dihiasi asap dan drone pengintai.

Baca Juga
  • 6eeb5594-d7a8-483c-adaf-a6783306152a
    Artikel
    Gambaran Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timteng Usai Diserang Iran
    03 Apr 2026
  • Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja - IMG_0084 | #Hegemoni | Potret Online
    #Perang
    Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott
    01 Mar 2026

ASEAN dan China pun bersuara, menyerukan de-eskalasi. Tapi suara mereka seperti ceramah di tengah konser metal, tak terdengar dan tak digubris. Indonesia pun angkat bicara, mengingatkan kembali soal Piagam ASEAN dan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama. Tapi diplomasi yang tak disertai pangkalan militer, di zaman ini, hanya jadi bunga di tengah ladang ranjau.

Pertemuan bilateral? Tidak ada. Tatap muka? Masih mimpi. Perdamaian? Masih sebatas hashtag.

Di tengah semuanya, kita melihat betapa konflik ini bukan cuma soal batas tanah, tapi soal identitas. Soal kuil yang jadi lambang kebesaran masa lalu. Soal peta tua yang lebih dipercaya dari GPS. Soal dendam lama yang dirawat rapi sambil memelihara senjata modern.

Damai itu indah, kata orang. Tapi di perbatasan Thailand–Kamboja, damai tampaknya terlalu sederhana, terlalu murah, terlalu tidak dramatis.

Karena di dunia yang gila ini, kadang lebih mudah meluncurkan bom cluster dari menunduk dan bicara. Mungkin, hanya mungkin, kuil-kuil tua itu menangis di dalam reruntuhannya, berdoa agar manusia kembali menjadi makhluk berpikir.

Tapi untuk saat ini, mesiu lebih nyaring dari doa.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Ekonomi Digital dan Kesenjangan Sosial: Mampukah Transformasi Teknologi Mewujudkan Kesejahteraan Merata?

Next Post

Kapal yang Ditebuk

Next Post
Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja - 2025 06 18 10 08 49 | #Hegemoni | Potret Online

Kapal yang Ditebuk

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah