Senin, April 20, 2026

Ironi di Negeri Subur dan Makmur

Februari 2025

Oleh Tabrani Yunis

Katamu Negeri ini  tanah surga

Hasil bumi melimpah ruah

Negeri makmur dan kaya raya

Menyimpan emas,nikel dan rempah

Rakyatnya juga super bahagia

Katamu Negeri ini, negeri ribuan pulau memukau

Dikelilingi garis khatulistiwa 

Kekayaan laut mengelilingi pulau-pulau

Hamparan lautan luas  luar biasa

Katamu Negeri ini Negeri yang baitatul taibatulwarabbul ghafur

Bukit dan gunung yang amat subur

Kaya nutrisi dan sayur mayur

Sawah dan ladang terbentang membujur

Tapi mengapa anak negeri memilih kabur

Mengapa kemiskinan merajalela 

Mengapa sumberdaya manusia terkubur lumpur

Krisis pangan menghadang di depan mata?

Mengapa pula laut sumber kehidupan pun ikut dipagar?

Apakah  negeri syurga itu hanya sebuah legenda?

Agar rakyat jelata terlena langgeng dalam kebodohan dan tak kan pernah makmur?

Kepada siapa kita harus bertanya?

pemerintah yang masih lapar

Atau wakil rakyat yang semakin tidak jujur ?

Kepada siapa?

Ke mana lagi rakyat bisa menabur

Asa yang tlah terlanjur tak bisa untuk dilupa?

Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist