POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
February 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (9)


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Rasuna Said gigih memperjuangkan hak-hak kaum wanita, sekalipun harus dibui. Ia memilih bercerai dengan suaminya karena bisa memberi kebebasan bagi perempuan. [1]


Di tanah Minang, lahirlah nyala, seorang putri dengan suara merdeka. Tak sekadar kata, tak hanya wacana, melainkan gelora yang membakar jiwa.

“Perempuan bukan hiasan rumah, perempuan bukan sekadar ibu yang patuh. Kami bisa berjuang, kami bisa lantang! Kami pun bisa melawan ketidakadilan!”

Dari kecil ia telah bertanya, Mengapa perempuan harus tunduk semata? Mengapa tak boleh berdiri sejajar, menjadi pelita, bukan bayangan samar?

Ayahnya berkata dengan lembut, “Nak, ilmu adalah senjata yang tajam. Baca, pelajari, dan bersuaralah! Biar dunia tahu, kita tak bungkam.”

Lalu ke Diniyah ia melangkah, dalam gemuruh syarahan pertama. Suara Rasuna bukan sekadar alun, melainkan gemuruh angin di musim hujan.

📚 Artikel Terkait

Korupsi di Sektor Kesehatan: Dari Nasionalisme STOVIA hingga Penjara KPK

Budaya Sensor Mandiri Tingkatkan Kualitas Perfilman Indonesia

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Membaca Ulang Machiavelli Di Era Kuasa Digital

“Poligami bukan hukum Tuhan, tapi budaya yang membungkam insan. Wanita bukan benda, bukan properti, melainkan jiwa yang punya kendali!”

Orang-orang terhenyak, terkejut, seorang gadis melawan adat. Di podium, ia seperti singa, mengaum, menentang ketidaksetaraan.

Pena dan pidato menjadi senjata, melawan penjajahan yang menyesakkan dada. Di Medan Ulama, ia berjuang, membela hak, membela kaum yang terbuang.

Kolonial mencapnya pembangkang, menggiringnya ke balik jeruji bui. Namun, suara itu tak bisa padam, seperti nyala lilin di tengah sunyi.

Di balik jeruji, ia menulis, sehelai demi sehelai surat perlawanan. Kata-kata melompat dari kertas, seperti anak panah menuju sasaran.

“Jangan diam, jangan tunduk, sebab keadilan harus diperjuangkan! Jangan biarkan kami dihina, jangan biarkan kami dihapus sejarahnya!”

Setelah bebas, ia tak gentar, sekolah didirikan, ilmu disebarkan. Ia ingin perempuan berdiri tegak, tak hanya di rumah, tapi juga di tanah juang.

Negeri ini pun merdeka akhirnya, tapi perjuangan belumlah reda. Di parlemen, suaranya bergema, menuntut hak, menegakkan cita.

Namun takdir menjemputnya dini, Singa podium itu pun pergi. Namun namanya tetap di dada bangsa, terukir dalam tinta sejarah merdeka.

“Perjuangan ini belum selesai, selama masih ada yang terbelenggu. Jangan biarkan nyala ini padam, biarkan ia menyala di hatimu!”


Rumah Kayu Cepu, 30 Januari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Rasuna Said yang di Maninjau, Sumatera Barat, dan dikenal sebagai salah satu orator perempuan paling berpengaruh di zamannya. https://tirto.id/rasuna-said-singa-podium-yang-menentang-poligami-cH1L

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kisah Hanifah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00