POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gerimis

“Rintik hujan kecil yang membawaku kembali mengingatmu”

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
February 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“Selamat, ya, Ai.” kataku dengan sikap datar. Tapi kuyakini sebenarnya ada sedikit senyuman kecil yang timbul dari bibirku.

“Makasih.” balas wanita itu seadanya.

Aku sempat melirik kedua mata Aisyah sesaat ia memberiku undangan pernikahan ini. Barangkali, dia paham terhadap perasaanku yang sedikit sedih tapi harus terpaksa kututupi dan menggantikannya dengan senyum bahagia agar terlihat baik-baik saja. Ya, rasa sedih seketika menyelimuti dinginnya batinku. Akhirnya, wanita yang sudah kukagumi sejak lama ini menikah — sayangnya bukan denganku.

“Mulai dari sekarang, aku ga akan pernah berhenti berdoa untuk kamu. Semoga kamu bisa cepat nyusul juga dan dapat cewek yang lebih baik dari aku.” ujar Aisyah.

Mendengar ucapan itu langsung membuatku tersenyum lebar. “Aku doain juga semoga dengan pernikahan ini, kamu bakal terus bahagia — lebih bahagia dari yang pernah kita bagi sama sama dulu.”

Kedua mata Aisyah seketika berkaca-kaca, tapi dia tetap mengumbar senyuman, lebih cerah dari sebelumnya. Dari kata-katanya tadi, sepertinya aku memyadari sesuatu, ternyata Aisyah sudah sejak dulu peka bahwa aku memendam rasa terhadapnya. Dan, mungkin pun dia pernah sempat menanti waktu saat-saat aku mengungkapkan perasaan suka ini. Namun sayangnya, aku tak pernah datang sampai di detik terakhir hingga pada akhirnya Aisyah memilih menerima cinta dari orang lain.

“Sampai di pertemuan kita selanjutnya… kamu bakal tetap jadi kawan terbaik aku. Takdir kita ternyata memang hanya sebatas hubungan pertemanan, tapi keliatannya gak buruk-buruk amat, kan?” ujar Aisyah. Dia mengatakan itu bersama senyuman dan juga rintikan air mata yang sudah membasahi pipinya.

📚 Artikel Terkait

Jika Shohibul Hal

Sistem Demokrasi, Membutuhkan Pemerintah Yang Demokratis

Tingkatkan Kompetensi Guru, SLBN Simeulue Gelar Pelatihan Mandiri

INGIN KUJUAL CINTA

Melihat Aisyah yang tersenyum sambil menangis membuat mataku ikut berkaca-kaca. “Ya. Sebatas kawan udah cukup berkesan, kok.” jawabku yang berlagak sok kuat.

Aisyah kemudian mengusap air matanya. “Janji ya kamu jangan sampe putus asa. Kamu harus janji untuk dapetin cewek sampe nanti kalian nikah. Dengan begitu, kebahagiaan aku jadi lengkap karna sahabat aku akhirnya bisa berada di situasi yang sama. Jangan menyerah, ya Akhyar. Pokoknya kamu harus nikah juga supaya rasa bahagia kita tetap sama dan ga berubah sama sekali.” kata wanita ini. Dia terlihat cukup bersungguh-sungguh saat mengatakannya.

Sementara itu, aku tak mampu menjawab apa-apa. Diriku hanya bisa diam sambil mengangguk pasrah di balik senyuman palsu yang tetap kupancarkan di hadapan Aisyah agar aku tetap terlihat kuat meskipun sebenarnya hatiku remuk.

Sial sekali.

Seandainya dulu aku mengungkapkan cinta ini pada Aisyah, mungkin kami sudah menikah dan bahagia bersama — tidak hanya sebatas teman tapi sebagai pasangan yang saling mencintai.

Seandainya aku tak pernah memendam perasaanku terhadapnya, aku yakin pasti diriku takkan menyesal seperti yang sedang kurasakan saat ini. Dan, melihat Aisyah yang menangis sambil tersenyum, semua itu malah membuatku
semakin terluka parah.

Karena, dialah seharusnya orang yang kucintai  — dan seharusnya akulah orang yang dia cintai.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Perempuan Sebagai Inspirator

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00