POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gerimis

“Rintik hujan kecil yang membawaku kembali mengingatmu”

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
February 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Di momen gerimis ini, aku dan Aisyah saling diam. Kami berdua seperti sedang menikmati alunan rintikannya tanpa peduli pakaian kami mulai basah. Terasa seperti mengulang kisah lama di saat kami
pulang sekolah di bawah guyuran hujan kecil sambil berjalan pelan dan mendorong sepeda. Kenangan itu sudah berlalu cukup lama, tapi sekarang aku merasa seperti dibawa kembali ke masa itu.

“Masih ingat waktu kita pulang sekolah hujan-hujanan? Ga bawa jaket, basah-basahan tapi kita ga peduli dan malah terus jalan di tengah hujan.” kata Aisyah. Ia menatapku dengan senyuman tipis di bibirnya. Kurasa, momen gerimis ini juga membawanya seakan-akan kembali berada di masa lalu.

“Aku kira kamu malah udah lupa.”sahutku.

“Aku malah masih ingat betul, lho. Apalagi waktu kamu coba nutupin kepala aku dari hujan, ha ha ha. Waktu itu aku baru sadar… rupanya cowok se-cool kamu bisa buat cewek kayak aku jadi salting, ha ha
ha. So sweet banget, tau gaa…”

Perkataan Aisyah refleks membuatku ikut tertawa. “Walaupun ujung-ujungnya sama aja — aku nutupin kepala kamu tapi tetap aja basah.”

📚 Artikel Terkait

SULAIMAN JUNED LATIH GURU DAN SISWA CIPTA DAN BACA PUISI

Merenung di Pinggir Lajunya Air Hitam

IMBASAN CAHAYA REMBULAN

Tanah Mandailing

“Yaa mau gimana lagi, ya kan. Tapi, makasih, ya — yang kamu lakuin itu berkesan banget.” balas wanita itu.

Aku menanggapi ucapan Aisyah dengan hanya mengangguk. Aku tahu diriku tak perlu menyahut apa-apa untuk membalas ungkapan terima kasih itu. Cukup hanya dengan mengangguk dan tersenyum, aku yakin dia paham terhadap maksudku.

“Oh ya…” gumam Aisyah. Ia terlihat seperti baru saja menyadari sesuatu. Wanita itu buru-buru merogoh isi dalam tas jinjingnya. “Akhyar, jangan lupa datang, ya.” sambungnya lagi sembari memberi sebuah kertas berlapis plastik bening. Kertas itu tak lain adalah undangan.

Aku menerima undangan tersebut dan melihat tulisan depannya. Dalam sekejap diriku sadar bahwa ini adalah undangan pernikahan Aisyah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Perempuan Sebagai Inspirator

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00