POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Seluk Beluk Sanubari

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
January 27, 2025
Tags: #Puisi
Seluk Beluk Sanubari
🔊

Dengarkan Artikel

Sampai sejauh ini kau akhirnya datang dan bertanya

Maka akan kujelaskan dengan cara sederhana;

Aku tidak bercerita lagi

Karna jiwa telah mati

Terkubur bersama impian

Impian yang dulu kuagungkan

 

Aku sudah tidak bercerita lagi

Karna asa pupus di tengah perjalanan

Semua mengempaskan cita-cita

Mengubah cahaya menjadi kegelapan

 

Aku sudah berhenti bercerita

Sebab kau yang takkan pernah sudi mendengarkannya

Kupendam semua luka

Tak kupedulikan jiwa meronta-ronta di dalam penderitaan

Kau tak melihat air mata ini

Kau tak bisa melihatnya

Kau tidak melihat bagaimana aku memendam tangisan

Kau tidak merasakan apa yang kurasakan

 

Kesakitan menghancurkan kesucian kehidupan

Membangkitkan bara merah yang berlandas dendam

Aku membenci di balik senyuman yang kau perhatikan

Aku muak di balik semua canda tawa yang kau dengar

Aku pun murka di balik bijaknya kata-kata yang kuberikan padamu

 

Telah berada di ujung harapan

Telah berada diriku di ambang kehancuran

Aku sudah memasuki tahapan kritis

Tahapan di mana aku melihat diriku di hadapan cermin bersama ribuan luka batin ini

 

Luka yang tak terlihat

📚 Artikel Terkait

Sepeda

Pusat Riset PMRI USK Latih Guru SMP se-Aceh Tengah dengan Pelatihan Pola In-On-In

MKKS SMA Provinsi Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh Selatan

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Terasa lebih menyakitkan

Ia menusukku dengan kejam

Tanpa pengampunan

Tanpa belas kasih

Dan membiarkan diriku mati perlahan-lahan

 

Luka yang tak terlihat adalah penderitaan yang tak berujung

Kurasakan kebahagiaan lenyap satu per satu

Hatiku menghitam dan tak bisa merasakan apapun

Kecuali hanya keputusasaan

 

Karna luka yang tak terlihat ini

Berawal dari pengakuanmu yang mengabaikanku

Kau menganggapku ada hanya sebagai sampah

Kau menganggapku ada hanya sebagai sosok yang bisa dipermainkan

 

Semua kepedulian yang kuberikan

Kau balas dengan pengecualian

Mengecualikan kepedulianmu kepadaku

Dan terus meremehkan perasaanku yang tulus ini

 

Dan saat aku mengeluh

Kau bilang aku hanyalah seorang yang lemah

Dan saat aku bercerita

Kau bilang aku terlalu mengkek

Maka kuputuskan berhenti berbicara

Sebagimana aku memutuskan untuk pergi dari radar keberadaanmu

 

Meskipun angin membisikkan kata-kata pelipur lara

Walaupun rerumputan hijau mencoba menghibur sanubariku yang tercabik-cabik

Aku tetap tak bisa merasakan apa-apa

Hanya kehampaan yang kini merasuki jiwa

 

Aku berhenti bercerita

Karna kau tak ingin mendengarkannya

Aku berhenti bercerita

Karna ku tau aku tak perlu melakukannya

Sampai nanti denyut nadi berdetak untuk terakhir kalinya

Kau tatap takkan sudi menganggapku ada sebagai sosok yang mencintaimu setulus mungkin

 

Dan karna itu… aku berhenti mengagumimu

Meski auramu masih tetap terasa syahdu di dalam seluk beluk hati ini

Atas alasan itu pula aku tak pernah bisa membencimu

Sebagaimana kau membenciku tanpa alasan

Di kala itu

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #Puisi
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Catatan Kecil MUSKAB PWRI III Aceh Barat

Catatan Kecil MUSKAB PWRI III Aceh Barat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00