HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Janji yang Ditagih, Janji yang Ditepati

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Januari 15, 2025
in Artikel, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
Janji yang Ditagih, Janji yang Ditepati
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Supriyani. Sebuah nama yang terukir dari air mata dan doa. Ia bukan hanya seorang guru. Ia adalah benteng bagi anak-anak yang tak tahu bagaimana menggenggam mimpi. Dua belas tahun ia mengabdi. Kemudian, empat tahun lagi ia bertahan. Dengan gaji yang tak cukup untuk membeli beras, ia tetap tersenyum di depan papan tulis. Di balik senyum itu, ada cerita pedih yang tak terungkap.

Baca Juga

Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026

Enam belas tahun berlalu. Tapi penghargaan itu tak kunjung datang. Lalu muncul secercah harapan. Janji dari seorang menteri, Abdul Mu’ti. Janji yang berbunyi seperti musik indah. “Supriyani akan diangkat menjadi PPPK.” Angin harapan berembus, tapi tidak lama. Ketika pengumuman seleksi PPPK keluar, nama Supriyani tak ada di sana. Dunia seolah runtuh. Harapan itu berubah menjadi kepingan, berserakan di hatinya yang rapuh.

Hari-harinya berubah suram. Anak-anak di sekolah melihat gurunya dengan wajah murung, tetapi Supriyani tetap berdiri. Ia tetap mengajar. Ia tahu, hidupnya mungkin tak banyak berarti, tapi anak-anak itu, mereka berhak bermimpi.

Lalu sebuah kabar datang. Pada suatu pagi penuh gerimis, rumah Supriyani di Baito, Konawe Selatan, diketuk oleh seorang wanita dengan senyum tulus. Nunuk Suryani, Direktur Jenderal GTK PG Kemendikdasmen. Nunuk tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa kabar yang akan mengubah segalanya.

“Ibu Supriyani, ini kabar dari Pak Menteri,” ucap Nunuk dengan mata berkaca-kaca. “Janji itu ditepati. Ibu akan diangkat menjadi PPPK tanpa tes.”

Air mata Supriyani jatuh seketika. Bukan hanya karena ia akhirnya mendapatkan pengakuan, tetapi karena ia tahu, perjuangannya selama ini tidak sia-sia. Nunuk berbicara panjang lebar, tetapi Supriyani hanya mendengar beberapa kata. “Tanpa tes,” itu yang terus terngiang. Dua kata yang menghapus rasa pahit selama bertahun-tahun.

Hari itu, di rumah kecil yang hampir rubuh, Supriyani menangis bahagia. Anak-anak sekolah, yang mendengar kabar ini, datang berlari. Mereka memeluk gurunya. “Bu Guru kami lulus! Bu Guru kami lulus!” seru mereka. Suara mereka menggema, mengisi kekosongan yang selama ini ada di hati Supriyani.

Supriyani? Ia tersenyum. Ia menangis. Ia memeluk anak-anak itu satu per satu. Dunia yang selama ini terasa gelap, kini diterangi oleh cahaya yang begitu hangat. Janji itu telah ditepati. Harapan itu kembali hidup. Di negeri ini, keajaiban mungkin jarang terjadi, tetapi hari itu, Supriyani adalah buktinya.

Kisah Supriyani bukan sekadar cerita. Ia adalah epik tentang keteguhan hati, tentang perjuangan tanpa lelah. Ia adalah bukti bahwa keadilan bisa datang, meski harus ditunggu dengan air mata. Hari itu, di bawah langit Konawe Selatan yang cerah, Supriyani berdiri. Sebagai pemenang. Sebagai inspirasi. Sebagai guru yang akhirnya bisa tersenyum tanpa beban.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 187x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 106x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #22 Tahun POTRET#Bu Suriyani#Guru PPPK#HUT Majalah POTRET
SummarizeShare235
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita
Haba Mangat

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Cara Orang Korea Menghargai Mega
Artikel

Cara Orang Korea Menghargai Mega

Januari 25, 2025
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (2)
POTRET Budaya

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (2)

Januari 24, 2025
Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan
POTRET Budaya

Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan

Januari 22, 2025
Next Post
Selamat Ulang Tahun ke-22  POTRET

Selamat Ulang Tahun ke-22 POTRET

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com