• Latest
Tips Sederhana Memperlakukan Barang Milik Negara

Kenangan Masa Kecil di Desa: Tradisi yang Mulai Hilang

Januari 4, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kenangan Masa Kecil di Desa: Tradisi yang Mulai Hilang

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2025
in Aceh, Artikel, Berbagi, Budaya, Cerita, Essay
Reading Time: 3 mins read
0
Tips Sederhana Memperlakukan Barang Milik Negara
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh: Siti Hajar

Tahun 2024 baru saja berlalu. Kini, kita telah memasuki tahun 2025 dengan harapan dan tujuan yang lebih baik. Pergantian tahun ini membawa banyak perubahan di sekitar kita. Tanpa kita sadari, banyak kegiatan masa kecil yang kini tidak lagi bisa dinikmati bersama. Hal ini disebabkan oleh perubahan zaman yang semakin modern.

Kemajuan zaman ini tentu dipengaruhi oleh arus teknologi yang tak terhindarkan. Mau tidak mau, kita harus hidup berdampingan dengan teknologi. Banyak permainan dan kebiasaan masa lalu yang perlahan hilang, tergantikan oleh teknologi serta kebiasaan yang lebih modern.

Anak-anak zaman sekarang mungkin tidak lagi mengenal permainan masa lalu tersebut. Berikut ini beberapa kegiatan masa kecil yang kini sangat jarang atau bahkan sulit kita temukan lagi:

Menyuci Baju dan Mencari Ikan di Sungai

Dulu, mencuci baju di sungai adalah rutinitas harian yang dilakukan oleh ibu-ibu dan anak-anak. Aktivitas ini melibatkan menyikat pakaian di pinggir sungai dengan air jernih yang mengalir deras. Namun, saat ini kebiasaan tersebut sudah jarang terlihat karena sebagian besar ibu-ibu mencuci baju dengan mesin cuci di rumah. Ini merupakan salah satu dampak dari perkembangan teknologi.

Selain mencuci, sungai juga menjadi tempat untuk mencari ikan, terutama bagi bapak-bapak. Di daerah kami, ikan kecil yang hidup di sungai dikenal sebagai ungkot crup. Ikan ini sering diolah menjadi lauk yang lezat. Sayangnya, kebiasaan mencari ikan di sungai kini mulai hilang, mungkin karena kesibukan pekerjaan yang membuat waktu untuk aktivitas ini semakin terbatas.

Mengangkut Kayu Bakar

Dahulu, untuk memasak di rumah, ibu-ibu menggunakan kayu bakar. Anak-anak sering membantu mencari kayu bakar di kebun atau hutan di belakang rumah. Namun, kebiasaan ini sudah sangat jarang ditemukan karena hampir semua rumah kini menggunakan kompor gas untuk memasak. Dulu ibu-ibu menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, mulai menyiapkan kayu bakar yang disusun rapi di samping rumah bagian luar dekat dapur. Semua ini dilakukan agar saat Ramadhan dan Idul Fitri fokus beribadah.

Membeli Minyak Tanah dengan Botol Kaca

Membeli minyak tanah dengan botol kaca adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh anak-anak menjelang magrib. Minyak tanah digunakan untuk menyalakan pelita, yang menjadi sumber penerangan utama pada masa itu. Namun, seiring dengan beralihnya masyarakat ke listrik dan alat-alat modern, kebiasaan ini sudah hampir punah. Saya senang mendapatkan misi ini, karena kelebihan dari beli minyak tanah akan diberikan sebagai upah dan itu bisa untuk membeli kerupuk jengek.

Bermain Petak Umpet (Pet-Pet Ko – Bahasa Aceh)

Petak umpet adalah permainan tradisional yang sangat populer di kalangan anak-anak. Permainan ini biasanya dimainkan oleh lebih dari dua anak dan menjadi hiburan utama saat liburan sekolah. Namun, di zaman sekarang, permainan seperti ini sudah jarang terlihat karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai (HP) dan permainan digital.

Camilan dari Hasil Kebun

Pada masa kecil, anak-anak sering pergi ke kebun untuk memetik hasil panen, seperti pisang atau ubi, yang kemudian diolah menjadi camilan. Misalnya, kolak pisang, ubi rebus, atau aneka kue tradisional. Hampir setiap hari ada camilan segar di rumah, hasil dari kebun nenek atau pekarangan rumah. Tradisi ini kini mulai memudar karena camilan modern lebih mudah didapatkan di toko.

Keseruan Memungut Biji Melinjo

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Daerah kami terkenal dengan emping melinjo. Saat kecil, memungut dan mengumpulkan biji melinjo adalah kegiatan yang menyenangkan. Kami menjual biji melinjo kepada pedagang (toke) yang datang ke kampung. Dari hasil penjualan, kami mendapatkan uang jajan yang membuat kami sangat bahagia.

Kadang, biji melinjo tersebut diolah sendiri menjadi emping oleh ibu. Kami membantu memukul biji melinjo hingga menjadi pipih, lalu menjemurnya. Emping yang dihasilkan biasanya dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan bijinya. Kegiatan ini mengajarkan kami tentang kerja keras dan bagaimana menghargai hasil alam.

ADVERTISEMENT

Zaman telah berubah, begitu pula kehidupan di desa. Banyak hal sederhana yang dulu membawa kebahagiaan kini tergantikan oleh kemajuan teknologi. Namun, kenangan masa kecil ini tetap abadi di hati saya. Semoga cerita-cerita ini dapat terus dikenang dan diceritakan kepada generasi berikutnya, agar mereka juga memahami betapa indahnya masa lalu.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”

Monolog, "Suara Perempuan dari Lampadang"

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com