Dengarkan Artikel
Oleh: Siti Hajar
Tahun 2024 baru saja berlalu. Kini, kita telah memasuki tahun 2025 dengan harapan dan tujuan yang lebih baik. Pergantian tahun ini membawa banyak perubahan di sekitar kita. Tanpa kita sadari, banyak kegiatan masa kecil yang kini tidak lagi bisa dinikmati bersama. Hal ini disebabkan oleh perubahan zaman yang semakin modern.
Kemajuan zaman ini tentu dipengaruhi oleh arus teknologi yang tak terhindarkan. Mau tidak mau, kita harus hidup berdampingan dengan teknologi. Banyak permainan dan kebiasaan masa lalu yang perlahan hilang, tergantikan oleh teknologi serta kebiasaan yang lebih modern.
Anak-anak zaman sekarang mungkin tidak lagi mengenal permainan masa lalu tersebut. Berikut ini beberapa kegiatan masa kecil yang kini sangat jarang atau bahkan sulit kita temukan lagi:
Menyuci Baju dan Mencari Ikan di Sungai
Dulu, mencuci baju di sungai adalah rutinitas harian yang dilakukan oleh ibu-ibu dan anak-anak. Aktivitas ini melibatkan menyikat pakaian di pinggir sungai dengan air jernih yang mengalir deras. Namun, saat ini kebiasaan tersebut sudah jarang terlihat karena sebagian besar ibu-ibu mencuci baju dengan mesin cuci di rumah. Ini merupakan salah satu dampak dari perkembangan teknologi.
Selain mencuci, sungai juga menjadi tempat untuk mencari ikan, terutama bagi bapak-bapak. Di daerah kami, ikan kecil yang hidup di sungai dikenal sebagai ungkot crup. Ikan ini sering diolah menjadi lauk yang lezat. Sayangnya, kebiasaan mencari ikan di sungai kini mulai hilang, mungkin karena kesibukan pekerjaan yang membuat waktu untuk aktivitas ini semakin terbatas.
Mengangkut Kayu Bakar
📚 Artikel Terkait
Dahulu, untuk memasak di rumah, ibu-ibu menggunakan kayu bakar. Anak-anak sering membantu mencari kayu bakar di kebun atau hutan di belakang rumah. Namun, kebiasaan ini sudah sangat jarang ditemukan karena hampir semua rumah kini menggunakan kompor gas untuk memasak. Dulu ibu-ibu menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, mulai menyiapkan kayu bakar yang disusun rapi di samping rumah bagian luar dekat dapur. Semua ini dilakukan agar saat Ramadhan dan Idul Fitri fokus beribadah.
Membeli Minyak Tanah dengan Botol Kaca
Membeli minyak tanah dengan botol kaca adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh anak-anak menjelang magrib. Minyak tanah digunakan untuk menyalakan pelita, yang menjadi sumber penerangan utama pada masa itu. Namun, seiring dengan beralihnya masyarakat ke listrik dan alat-alat modern, kebiasaan ini sudah hampir punah. Saya senang mendapatkan misi ini, karena kelebihan dari beli minyak tanah akan diberikan sebagai upah dan itu bisa untuk membeli kerupuk jengek.
Bermain Petak Umpet (Pet-Pet Ko – Bahasa Aceh)
Petak umpet adalah permainan tradisional yang sangat populer di kalangan anak-anak. Permainan ini biasanya dimainkan oleh lebih dari dua anak dan menjadi hiburan utama saat liburan sekolah. Namun, di zaman sekarang, permainan seperti ini sudah jarang terlihat karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai (HP) dan permainan digital.
Camilan dari Hasil Kebun
Pada masa kecil, anak-anak sering pergi ke kebun untuk memetik hasil panen, seperti pisang atau ubi, yang kemudian diolah menjadi camilan. Misalnya, kolak pisang, ubi rebus, atau aneka kue tradisional. Hampir setiap hari ada camilan segar di rumah, hasil dari kebun nenek atau pekarangan rumah. Tradisi ini kini mulai memudar karena camilan modern lebih mudah didapatkan di toko.
Keseruan Memungut Biji Melinjo
Daerah kami terkenal dengan emping melinjo. Saat kecil, memungut dan mengumpulkan biji melinjo adalah kegiatan yang menyenangkan. Kami menjual biji melinjo kepada pedagang (toke) yang datang ke kampung. Dari hasil penjualan, kami mendapatkan uang jajan yang membuat kami sangat bahagia.
Kadang, biji melinjo tersebut diolah sendiri menjadi emping oleh ibu. Kami membantu memukul biji melinjo hingga menjadi pipih, lalu menjemurnya. Emping yang dihasilkan biasanya dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan bijinya. Kegiatan ini mengajarkan kami tentang kerja keras dan bagaimana menghargai hasil alam.
Zaman telah berubah, begitu pula kehidupan di desa. Banyak hal sederhana yang dulu membawa kebahagiaan kini tergantikan oleh kemajuan teknologi. Namun, kenangan masa kecil ini tetap abadi di hati saya. Semoga cerita-cerita ini dapat terus dikenang dan diceritakan kepada generasi berikutnya, agar mereka juga memahami betapa indahnya masa lalu.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






