Dengarkan Artikel
Oleh Tgk. Muhammad Kharazi
Rabu 11 Desember 2024, haul ke-37 Tgk. H. Abdul Aziz bin M. Shaleh—atau yang lebih dikenal dengan Abon Aziz Samalanga—akan diperingati. Sebuah peringatan yang bukan hanya mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, tetapi juga merefleksikan warisan besar yang telah beliau tinggalkan.
Selama 13.514 hari sejak kepergiannya, jejak langkah Abon Aziz masih terasa dalam denyut pendidikan Islam di Aceh. Sosok beliau tidak sekadar dikenang sebagai ulama, tetapi juga sebagai “arsitek peradaban,” yang melalui pemikiran dan kepemimpinannya, telahmelahirkan generasi ulama yang menjadi pilar peradaban Islam di Aceh.
Abon Aziz, sebagai seorang spiritual leadership, memiliki visi yang melampaui zamannya. Sebagai generasi ke-3 pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, beliau tidak hanya melanjutkan tradisi keilmuan yang telah berjalan, tetapi juga melakukan terobosan-terobosan strategis untuk membawa dayah ini menjadi institusi pendidikan Islam terkemuka di Aceh.
Keberhasilannya tidak hanya terletak pada upaya melestarikan tradisi, tetapi juga pada inovasi yang dilakukan dalam sistem pendidikan dayah. Dengan keteladanan dalam ilmu dan amal, ia menciptakan atmosfer belajar yang menjadikan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga sebagai pusat kajian turats di Aceh.
Nama-nama besar seperti almarhum Abu Panton, Abu Lhok Nibong, Abu Lamkawe, hingga Abu MUDI, Ayah Caleu dan Waled Nu adalah buah dari didikan Abon Aziz yang kini menjadi tokoh besar dalam dunia keislaman Aceh. Para ulama ini tidak hanya berperan sebagai pewaris ilmu, tetapi juga sebagai pembawa nilai-nilai luhur yang mengakar pada tradisi Islam di Aceh. Abon Aziz tidak hanya mencetak ahli kitab kuning, tetapi juga membentuk individu yang memiliki kemampuan membaca tantangan zaman, sehingga mampu memadukan antara kekokohan tradisi dengan kebutuhan modernitas.
Melalui pendekatan yang humanis, Abon Aziz telah mampu menciptakan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga sebagai ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga melahirkan pemimpin dalam berbagai dimensi kehidupan.
📚 Artikel Terkait
Pendekatan ini didasari keyakinan bahwa pendidikan tidak hanya tentang distribusi ilmu, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat. Dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh sebagai fondasi, Abon Aziz menjadikan dayah ini sebagai pusat pembentukan akhlak mulia yang tercermin dari sikap, perilaku, dan peran sosial para alumninya.
Peringatan haul Abon Aziz bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum untuk merefleksikan peran pendidikan sebagai poros perubahan sosial. Dalam konteks Aceh hari ini, di mana globalisasi membawa tantangan tersendiri, teladan Abon Aziz menjadi begitu relevan.
Beliau mengajarkan bahwa tradisi Islam yang kokoh dapat bersanding harmonis dengan adaptasi terhadap realitas kekinian. Dengan visi yang jauh ke depan, Abon Aziz mencetak ulama yang tidak hanya memahami kedalaman kitab kuning, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap permasalahan umat di masa kini.
Warisan beliau tak hanya berupa lembaga pendidikan atau para ulama yang ia lahirkan. Abon Aziz telah menanamkan fondasi nilai yang menjadi basis keberlanjutan kepemimpinan ulama di Aceh.
Dalam perjalanan sejarah, beliau berhasil membangun infrastruktur spiritual yang melampaui batas-batas waktu. Nilai-nilai keikhlasan, dedikasi, dan tanggungjawab sosial yang ia tanamkan tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, baik di Aceh maupun di dunia Islam secara umum.
Mengenang Abon Aziz adalah merenungkan kembali makna pendidikan Islam dalam membangun masyarakat yang madani. Di tengah hiruk-pikuk zaman yang kian kompleks, sosok seperti beliau menjadi teladan yang menginspirasi. Keteguhan dalam menjaga marwah Islam dalam kebudayaan Aceh, serta keikhlasan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ulama, adalah pelajaran berharga yang dapat kita petik dari perjalanan hidupnya.
Pada haulnya yang ke-37, doa dan harapan dipanjatkan agar Abon Aziz mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah وأسكنه أعلى فراديس جنته. Semangat, dedikasi, dan visi keilmuan yang telah beliau tinggalkan menjadi warisan abadi yang terus menginspirasi generasi muda. Di balik 13.514 hari yang telah berlalu, semangat perjuangan Abon Aziz akan terus hidup dalam denyut nadi pendidikan Islam Aceh, menjaga cahaya keilmuan tetap menyala di tengah dinamika zaman. Selamat mengenang Sang Arsitek Ulama Aceh, Abon Aziz Samalanga.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





