POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Menganggur

Selamat Datang di Negeri Para Pengangguran

Ririe Aiko by Ririe Aiko
Mei 7, 2025
in #Menganggur, sarjana
0
Selamat Datang di Negeri Para Pengangguran - 2025 05 07 18 38 37 | #Menganggur | Potret Online

Oleh: Ririe Aiko

Eza, 28 tahun, lulusan universitas negeri ternama, penuh prestasi dan berlembar-lembar sertifikat dari TK hingga kuliah—kini harus menelan kenyataan pahit: ia masih menganggur.

Bukan karena malas. Justru sebaliknya, Eza lebih rajin dari sebagian orang yang sudah punya pekerjaan. Ia bangun pagi, rapi berpakaian, menata berkas lamaran seperti hendak berangkat kerja. Tapi bukan ke kantor tujuannya—melainkan ke tempat fotokopi, atau sekadar duduk di warung kopi, menanti kabar lowongan dari grup pencari kerja.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Mau Buat Apa?
    30 Okt 2017
  • 02
    Artikel
    Satu Keluarga (miskin) Satu Sarjana
    31 Jul 2025

Lima tahun berlalu sejak ia lulus. Ratusan lamaran telah dikirim, puluhan wawancara dijalani. Ia hafal bentuk-bentuk penolakan, yang intinya sama: “Maaf, bukan kamu yang kami cari.” Bahkan, mungkin map coklat yang ia beli lebih sering jadi bungkus gorengan ketimbang sampai ke tangan HRD.

Padahal, IPK-nya cumlaude. Di SMA, ia langganan olimpiade, membawa pulang medali demi medali. Namanya sempat dibanggakan sekolah, dipajang di media sosial oleh para guru. Tapi kini, semua penghargaan itu tersimpan rapi dalam laci—berdebu, nyaris dilupakan.

Baca Juga
  • Selamat Datang di Negeri Para Pengangguran - 47ca5b0e def8 43b4 83cb 0f1f061c92ec | #Menganggur | Potret Online
    # Ironi
    Negeri yang Mencetak Sarjana Makin Banyak, Tapi Lapangan Kerja Makin Sempit
    14 Apr 2025
  • 02
    Cacatan
    Satu Keluarga, Satu Sarjana
    04 Jun 2025

Dompetnya pun lebih sering berisi catatan utang daripada uang. Semua demi ongkos cetak, fotokopi, dan transport mencari kerja. Kadang ia bertanya dalam hati: Apakah semua perjuangan itu sia-sia?

Lebih menyakitkan lagi, Eza mencari kerja di tengah gelombang PHK massal. Ribuan kehilangan pekerjaan—sementara ia bahkan belum pernah diberi kesempatan untuk memulai.

Baca Juga
  • Selamat Datang di Negeri Para Pengangguran - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | #Menganggur | Potret Online
    #Pendidikan
    Cum Laude, Standar Global, dan Kesadaran Pendidikan Abad ke-21
    06 Sep 2025
  • 02
    Bisnis
    SETELAH SARJANA, MAU KE MANA? TENTUKAN PILIHANMU SEKARANG JUGA!!
    20 Des 2018

Ia mulai bertanya-tanya:
Apakah negeri ini tak lagi butuh orang berpotensi?
Apakah nilai tinggi dan piagam penghargaan kini cuma formalitas?
Atau, jangan-jangan negeri ini hanya ramah bagi yang punya koneksi, bukan kompetensi?

Kisah Eza memang fiktif. Tapi getirnya nyata. Ia satu dari sekian banyak “Eza-Eza” lain—terjebak dalam siklus lamaran, wawancara, lalu ditolak.

Sementara itu, negeri ini terus bicara soal bonus demografi, generasi emas, dan kebanggaan atas prestasi anak bangsa. Tapi lupa, bahwa banyak anak-anak berprestasi kini duduk termenung di kamar—bukan karena menyerah, tapi karena tak pernah diberi ruang untuk membangun masa depan. Kesempatan tertutup oleh kualifikasi yang kadang tak masuk akal.

Selamat datang di negeri para pengangguran
—tempat di mana sertifikat hanya hiasan, ijazah jadi pelengkap, dan masa depan? Entah di mana.

Previous Post

Anak Bukan Utang

Next Post

HABA Si PATok

Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah