POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Alasan – Alasan Klasik

RedaksiOleh Redaksi
November 17, 2024
Tags: #pengemis#sedekah
Alasan – Alasan Klasik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Diva Putri Syakira

Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Pada sore Sabtu, di perkarangan Masjid Raya yang megah dan penuh dengan hiruk-pikuk pengunjung, ada seorang pengemis yang menarik perhatian. Seorang lelaki berusia 50 tahun. Penulis bee hasil mewawancara beliau. Ia bernama Dariyadi, betinggal di kampung Mulia, Banda Aceh.

Penampakan Pak Daryadi tersebut sehat dan masih sanggup untuk berjalan, ke mana-mana dengan membawakan tas yang diselempangkan di bahunya.  Motif mengemis, darı tuturannya sana saja dengan para pengemis lain yakni dikarenakan terbatasnya ekonomi keluarga. Selain itu, katanya istrinya sudah meninggal dan beliau tinggal bersama anaknya yang sedang sakit. Selain itu, juga alasan kebutuhan anak, bill kehilangan pekerjaan dan akhirnya memutuskan berhenti bekerja dikarenakan sering sakit-sakitan. Ia berharap pada uang hasil mengemis, tanpa ingin berusaha lebih giat lagi. Mengemis menjadi pilihan mudah.

Maka, di balık penampilan yang lusuh, tidak semua pengemis mengemis karena kesulitan ekonomi, tetapi justeru dengan mengemis lebih mudah mendapatkan rupiah. Hebatnya lagi, para pengemis ternyata memiliki  jaringan sosial yang cukup kompleks. Mereka saling berbagi informasi tentang lokasi yang menguntungkan, waktu yang tepat untuk meminta-minta, bahkan sailing membantu dalam kondisi darurat.

Pendapatan harian yang ia dapatkan bisa sekitar Rp. 30.000 hingga Rp. 60.000 atau lebih. Karena penghasilan setiap hari mengemis juga tidak tentu. Sangat tergantung dengan kondisi. Walau ramai tidaknya orang mendatangnya , kehidupan di jalanan tentu saja penuh dengan tekanan dan ketidakpastian.

📚 Artikel Terkait

Pilkada Aceh 2024; Masyarakat Siap Memberikan Suara, Adakah Jaminan Suara Mereka Terjaga?

BENGKEL OPINI RAKyat

Perempuan Setara

Perempuan Lebih Sombong Daripada Lelaki?

Meskipun hidup dalam kondisi yang sulit, banyak penegmis yang masih memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik, beberapa di antara adalah mereka bermimpi untuk memiliki pekerjaan yang lebih layak kembali, rumah yang layak ditempati, atau sekadar kehidupan yang lebih stabil.

Harapan ini sering menjadi motivasi mereka untuk terus bertahan hidup di tengah berbagai tantangan. Kiranya,  darı Interaksi singkat yang  dilakukan, dapat memberikan pengajaran dari sosok Lelaki pengemis ini bahwa dengan umur sudah mulai lanjut usia, dapat memberikan pengajaran hidup yang begitu berharga. Mengajarkan kepada manusia lain tentang arti kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya rasa bersyukur.

Di tengah keterbatasannya, mereka tetap mau tersenyum dan memberikan kata-kata positif. Mereka adalah manusia biasa yang memiliki hak untuk hidup layak dan bahagia. Sayangnya, nasib buruk telah merenggut kesempatan merekauntuk meraih Impian.

Sudah menjadi cerita  dan alasan klasik pula bahwa hal yang sangat menyedihkan pada saat melihat sosok orang tua yang sudah lanjut usia harus mengemis, mereka mengungkapkan pahitnya kehidupan. Juga terpaksa dan  sebagian harus hidup di jalanan, tidak ada biaya untuk  membayar, mengalami sakit parah, bahkan mengemis untuk mencari sesuap nasi.

Kita sebagai orang yang bukan pengemis, selayaknya bersyukur dan mau  melihat kondisi para pengemis ini, mengajak pada masyarakat lain untuk merenung dan lebih peduli terhadap sesama. Bersama-sama mencari Solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan dan memberikan bantuan yang tulus dan membutuhkan  kepada pengemis seperti yang dirasakan pada lelaki ini.

Dengan adanya kepedulian semua orang atau semua pihak, setidaknya dapat mengubah hidup mereka dan menciptakan masyarakat yang lebih adil. Meskipun kehidupan mereka penuh dengan tantangan, semangat juang para pengemis di Banda Aceh patut diapresiasi. Mereka adalah cerminan dari kekuatan manusia yang mampu bertahan hidup dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Observasi ini mengajak kita masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama dan memberikan bantuan dalam bentuk materi maupun dukungan moral.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #pengemis#sedekah
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Sejarah Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Sejarah Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00