Bagaimana Islam dapat tetap relevan di tengah dunia modern yang terus berubah? Di episode kali ini, kita menelusuri pemikiran Fazlur Rahman, salah satu intelektual Muslim paling berpengaruh abad ke-20, melalui bukunya Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition.
Rahman memperkenalkan metode double movement — cara membaca wahyu yang pertama memahami konteks sejarah turunnya ayat, kemudian menafsirkan nilai moral universalnya untuk diterapkan pada kehidupan manusia modern. Dengan pendekatan ini, ia menantang kebekuan tafsir literal dan menekankan pentingnya ijtihad, etika sosial, dan transformasi moral.
Dalam episode ini, kami membedah ide-ide utama buku ini, termasuk bagaimana Islam dapat menjembatani tradisi dan rasio, merespons pluralisme, membentuk etika publik, dan menghadapi tantangan modernitas — khususnya dalam konteks Indonesia. Kami juga menyoroti kritik terhadap metode Rahman, yang dianggap terlalu rasional dan kadang kurang menekankan dimensi spiritual, sekaligus membahas relevansinya bagi intelektual Muslim masa kini.
Siapkan kopi atau teh favorit Anda, duduk santai, dan dengarkan bagaimana Fazlur Rahman menghidupkan kembali dialog antara wahyu, sejarah, dan moralitas. Klik play untuk masuk ke dunia intelektual Islam yang dinamis dan transformatif!
















