POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Senyuman Bu Khadijah di Blangpadang dan Cahaya Kehidupan

RedaksiOleh Redaksi
November 13, 2024
Senyuman Bu Khadijah di Blangpadang dan Cahaya Kehidupan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rifqa Salma

Mahasiswa jurusan perbankan Syariah, Fakultas  Ekonomi  dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Di tengah kesibukan orang -orang beraktivas di  Lapangan Blang Padang,  sesosok pengemis berusia sekitar 50 tahun menarik perhatian penulis. Ya, penulis seperti banyak orang lain, ingin tahu tentang sosok perempuan tua itu. Bukan hanya penulis, tetapi juga  menarik perhatian banyak orang. Dengan langkah pelan dan lelah, ia berjalan di antara pengunjung yang menikmati suasana lapangan. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak yang dibalut dengan plastik merah, yang tampak sudah usang dan penuh cerita.

Kehadirannya di lapangan ini bukan hanya sekadar untuk meminta, tetapi juga mengisahkan perjalanan hidup yang penuh liku. Setiap hari, ibu pengemis ini muncul di tempat yang sama. Dengan wajah yang dipenuhi kerutan dan mata yang tampak lelah. Ia berjalan dari satu pengunjung ke pengunjung lainnya, meminta sedikit sumbangan. Suaranya lembut dan penuh harap, meskipun sering kali hanya disambut dengan tatapan kosong atau sekadar anggukan. Ia tidak pernah mengeluh, meskipun cuaca panas atau hujan menguyur, ia tetap bertahandi lapangan, berharap ada yang mau membantunya.

Kotak yang dibawanya bukan sekadar wadah untuk uang. Bagi ibu ini, kotak tersebut adalah simbol harapan. Ia seringkali terlihat memegang kotak itu dengan penuh kasih, seolah-olah menjaga sesuatu yang sangat berharga di dalamnya.

Mungkin, di dalam kotak itu tersimpan kenangan hidupnya, atau mungkin harapan untuk masa depan yang lebih baik. Setiap kali ia membuka kotak itu, seolah-olah ia sedang membuka lembaran baru dalam hidupnya, meskipun isinya hanya beberapa lembar uang receh.

Kehidupan ibu pengemis ini tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan setiap harinya. Tidak hanya harus berjuang untuk mendapatkan uang, tetapi juga harus menghadapi stigma masyarakat yang sering kali memandang rendah para pengemis. Masyarakat sering kali tidak memahami latar belakang mereka, dan hanya melihat dari sisi negatif. Namun, ibu ini tetap tegar dan berusaha untuk tidak membiarkanpandangan orang lain mempengaruhi semangatnya.

Di balik senyum tipisnya, tersimpan cerita yang mungkin tidak pernah terungkap. Mungkin ia memiliki keluarga yang jauh, atau mungkin ia pernah memiliki kehidupan yang lebih baik sebelum terjebak dalam situasi ini. Setiap kali ia meminta, ada harapan dalam dirinya untuk bisa mengubah nasib. Ia berdoa agar suatu hari nanti, ada kesempatan yang datang menghampirinya, yang bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

📚 Artikel Terkait

BENGKEL OPINI RAKyat

Framing Politik Penetapan Separatis Teroris di Papua oleh Pemerintah Sejak 2021: Antara Konflik, Ideologi, dan Keamanan Nasional (1)

Cari Judul Skripsi Dulu Pak

Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik

Lapangan Blang Padang bukan hanya sekadar tempat bagi ibu pengemis ini untuk meminta. Tempat ini juga menjadi saksi bisu dari berbagai interaksi yang terjadi. Beberapa pengunjung kadang-kadang memberikan sumbangan, sementara yang lain memilih untuk tidak peduli. Namun, bagi ibu ini, setiap sen yang diterimanya adalah anugerah. Ia mengumpulkan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan tempat berteduh.

Masyarakat yang melintas di lapangan sering kali terjebak dalam rutinitas sehari-hari mereka. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa di sekitar mereka terdapat cerita-cerita kehidupan yang penuh makna. Kehadiran ibu pengemis ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebihpeka terhadap lingkungan sekitar. Dalam kesibukan kita, kita sering kali lupa untuk melihat mereka yang membutuhkan bantuan.

Ibu pengemis ini, dengan segala keterbatasannya, mengajarkan kita tentang ketahanan dan harapan. Meskipun hidupnya tidak mudah, ia tetap berjuang untuk bertahan. Iaadalah contoh nyata bahwa di balik setiap wajah, terdapatcerita yang mungkin tidak kita ketahui. Dengan memberikan sedikit perhatian dan bantuan, kita bisa membuat perbedaan dalam hidupnya.

Kehadiran ibu pengemis di Blang Padang juga menggugah kesadaran kita akan pentingnya solidaritas sosial. Dalam masyarakat yang sering kali terpecah oleh berbagai perbedaan, kita perlu mengingat bahwa kita semua adalah bagian dari satu komunitas. Dengan saling membantu dan mendukung, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua.

Melihat sosok ibu pengemis ini, kita diingatkan untuk tidak hanya melihat dari luar, tetapi juga untuk memahami apa yang terjadi di dalam hati dan pikiran mereka. Mungkin kita tidak bisa mengubah hidup mereka secara drastis, tetapi dengan tindakan kecil, kita bisa memberikan sedikit cahaya dalam kegelapan yang mereka alami. Setiap sumbangan, sekecil apapun, adalah langkah menuju perubahan.

Akhir kata, ibu pengemis di Blang Padang adalah gambaran dari kehidupan yang penuh liku. Meskipun ia menghadapi banyak kesulitan, ia tetap berjuang dengan semangat yang tak kunjung padam. Kehadirannya seharusnya membuat kita merenung dan berusaha untuk lebih peka terhadap mereka yang terpinggirkan.

29 September 2024

Banda Aceh, Lapangan Blang Padang

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Ketika Gelar Doktor Harus Parkir Dulu

Ketika Gelar Doktor Harus Parkir Dulu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00