• Latest
Ratapan Anak Pinggir Sungai - 195119bc ff11 405a 93e9 9e3bd6e0d359 | Cerbung | Potret Online

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Juni 20, 2023

Abadi Dalam Ketegangan: Mengapa Perjuangan Kartini Tak Akan Pernah Usai?

April 22, 2026
06d8027d-a2d7-42d1-a3d1-ad2fe9ddf489

Hari Ini Gubernur Kaltim akan Dilengserkan Rakyatnya, is Apakah Berhasil?

April 22, 2026
Pendidikan SD

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;KartiniĀ Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Ratapan Anak Pinggir Sungai - 1001348646_11zon | Cerbung | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Ratapan Anak Pinggir Sungai - 1001353319_11zon | Cerbung | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Bagian Lima

Redaksi by Redaksi
Juni 20, 2023
in Cerbung, Lingkungan
Reading Time: 4 mins read
0
Ratapan Anak Pinggir Sungai - 195119bc ff11 405a 93e9 9e3bd6e0d359 | Cerbung | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Munawir Abdullah

 

TEPAT pukul 07 pagi, aku sudah berada di depan pintu rumahnya. Dari celah-celah jendela, terlihat Anwar sedang merapikan tempat tidurnya. Kamar tidur Anwar pas berada di posisi sebelah kanan pintu utama.

Baca Juga
  • Keberanian KDM Menutup 26 Tambang Ilegal Patut Diacungi Jempol
  • Sampah, Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Aku langsung memberikan salam sambil mengetuk pintu rumahnya. Anwar yang lagi merapikan tempat tidur langsung keluar dari kamar untuk membuka pintu.

ā€œTepat pukul tujuh yaā€ kata Anwar sambil membuka pintu.

Baca Juga
  • Ratapan Anak Pinggir Sungai
  • Abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Ancaman Lingkungan di Aceh

Aku langsung masuk ke rumah Anwar, tanpa menghiraukan ucapan Anwar.

ā€œKamu serius ingin berjumpa dengan bupati?ā€ tanya Anwar padaku.

Baca Juga
  • Cut Safarina: Cinta Itu Butuh Bukti
  • Menunggu Jubel (kembali) Berjubel

ā€œKamu juga tahukan, siapa di belakang pabrik itu?ā€ tanya Anwar lagi padaku.

Kekhawatiran Anwar memang sangat wajar. Pabrik itu berdiri bukan tanpa ada yang backup. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, salah-satu pejabat teras di kabupaten berada di belakang pabrik itu.

Kondisi perpolitikan yang barus selesai beberapa bulan yang lalu, semakin memperkuat posisi dia di dalam pengaruhi kebijakan di tingkat kabupaten. Pasalnya, kandidat dukungannya sebagai calon bupati dalam Pemulihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) itu, meraup suara tertinggi dan mengalahkan tiga pesaingnya.

Aku sebenarnya heran, saat pemilukada, izin-izin perusahaan ekstraktif sangat mudah keluar izin, begitu juga perpanjangannya. Aku tidak tahu apa motif sebenarnya kemudahan bagi mereka dalam pemberian izin, atau perpanjangan izin saat pemilukada.

Tapi, berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari mulut ke mulut. Mereka merupakan pemodal untuk calon-calon bupati yang sedang bertarung. Sehingga siapapun yang terpilih, mereka dengan leluasa dapat mengandalikan kebijakan pemerintah. Bupati layaknya pion dalam permainan catur untuk melindungi raja.

ā€œJangan takut War, kita bergerak bukan sendiri, Pak geusyik sudah mendukung rencana kita. Janganlah kita kalah sebelum bertempurā€ aku berusaha untuk menyakingkan Anwar.

Anwar hanya terdiam mendengar penjelasanku, namun dari raut wajahnya, Anwar masih terlihat ragu dengan segudang kekhawatiran yang tersimpan dibenaknya.

Mungkin, Anwar masih teringat peristiwa beberapa bulan yang lalu. Saat itu, aku dan Anwar mandapatkan teror dari anak buah suruhan perusahaan. Kami sudah pernah membuat perlawan dengan Ā perusahaan itu. Karena keberadaannya sangat menyengsarakan warga. Semua cocok tanaman, yang merupakan sumber pedapatan warga selalu mengalami kegagalan pascapabrik itu berdiri.

ā€œKring… kring… kring….ā€ Suara handphone di sakuku berbunyi.

ā€œAssalamu’alaikum, ini dengan Bapak Boy ya?ā€ Tanyaku setelah mengangkat telephone dari Pak Boy. Sebelum aku ke rumah Anwar, aku telah menghubungi Pak Boy. Mungkin karena faktor kesibukannya, atau karena terlalu masih pagi. Pak Boy tidak sempat mengangkat telephone ku, tapi aku sempat mengirimkannya short message service (SMS; pesan singkat).

Setelah aku berkomunikasi dengan Pak Boy sekitaran 10 menit melalui handphone dan menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan pertemuan dengan bupati, aku pun menutup telephone.

ā€œWar, kata Pak Boy. Bupati pukul 10.00 pagi nanti ada di kantornya. Tepi dia hanya setengah hari di kantor. Setelah itu ada pertemuan lagi katanyaā€ aku menjelaskan pada Anwar hasil telephone-nanku dengan Pak Boy.

Anwar masih terlihat diam dan bingung, sepertinya trauma peneroran beberapa bulan yang lalu sudah kembali menghantuinya. ā€œWir, kau masih ingat kan resolve yang ditodong anak buah suruhan perusahaan waktu ituā€

ā€œIya War, aku masih ingat betul kejadian ituā€ perusahaan itu tidak segan-segan meneror siapa saja yang berani mengusiknya.

ā€œTapi gini War, kemarin kita bertindak tanpa sepengetahun Geusyik. Kita hanya mengandalkan kemampuan kita berdua. Makanya kita tidak berani bertindah lebih, setelah kita di teror sama anak buah suruhan perusahaan ituā€

Memang saat itu, kami tidak berdiskusi secara luas dengan warga, hanya bermodalkan keberanian yang telah dirasuki amarah secara membabi buta. Kami mendatangi perusahaan, dengan harapan, mereka bersedia untuk mengevaluasi kembali keberadaan pabrik itu. Kalau tidak, kami mengamcam mereka akan membuat demo di depan perusahaan dan mereka harus bertanggung jawab atas kerusakan persawahan warga.

Dua hari kemudian, anak buah suruhan perusahaan datang menjumpai kami. Mereka memperlihatkan pestol jenis resolve sambil mengamcam ā€œkamu tahu ini apakan?, kalau kalian berani macam-macam sama perusahaan, jangan salahkan kami, timah ini akan bersarung di tubuhmuā€.

Aku dan Anwar saat itu memang terdiam.

Kami tidak mungkin membuat perlawan, jumlah mereka lebih banyak dari kami. Aku tidak ingat lagi, berapa jumlah pasti mereka. Dari postur tubuh, kelihatannya mereka orang-orang terlatih, yang memang dipersiapkan untuk mengamankan asset negara.

ā€œKali ini kita sudah siap War, sama Geuyik sudah kita laporkan. Warga juga sudah tahu. Bahkan waktu itu, Apa Man kan pernah bilang, dia siap untuk mengumpulkan warga bila nanti kita perlukan. Ini momen tepat War untuk kita kasih pelajaran bagi perusahaan ituā€ aku berusaha untuk menyakinkan Anwar.

ā€œOklah Wir, kalau begitu, aku siap-siap dulunya. Kita pergi sekrang ke kantor bupati, biar tidak keburuan bupati keluar nantiā€ sambil masuk kembali ke kamarnya untuk menggantikan baju.

Aku tidak bisa meninggalkan Anwar dalam setiap kegiatanku. Dia orangnya sangat pendiam, tapi memiliki analisis yang tajam dalam pengambilan keputusan. Setiap prediksi yang dia lakukan, hampir semuanya tepat. Dia sangat lihai dalam memantau situasi dan kondisi. Berbeda denganku, aku orangnya sangat gegabah, sering mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan resiko yang bakal terjadi.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Puisi-Puisi Asep Pediansyah Minggu Ini

POTRET Online

Ā© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

Ā© 2026 potretonline.com