POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib

Refleksi Masalah Kesejahteraan Sosial

RedaksiOleh Redaksi
November 11, 2024
Tags: Perempuan
Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti ‘Asyirah

Mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Pengemis sering kali digambarkan dengan sikap pasrah terhadap nasib, sebuah sikap yang dapat dipahami sebagai respons terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang mereka hadapi. Sikap ini bukanlah tanda kelemahan semata, tetapi lebih sebagai akibat dari ketidakmampuan untuk mengakses peluang yang dapat mengubah nasib mereka.

Dalam banyak kasus, pengemis hidup dalam lingkaran kemiskinan yang sulit diputus, di mana pendidikan yang terbatas, kesempatan kerja yang terbatas, dan kurangnya dukungan sosial membuat mereka merasa tak berdaya untuk mengubah keadaan.

Pasrah terhadap nasib menjadi mekanisme bertahan hidup, di mana mereka menerima keadaan sebagai takdir yang tidak dapat diubah, meskipun sebenarnya mereka adalah korban dari kesenjangan sosial yang lebih luas. Sikap tersebut, meskipun dapat dipandang negatif dalam konteks motivasi untuk berjuang, sebenarnya menggambarkan kegagalan sistem dalam memberikan kesempatan yang setara dan layak bagi semua lapisan masyarakat.

Kesenjangan sosial yang terus berkembang menciptakan ketidakadilan struktural, yang membatasi kemampuan individu untuk mengatasi keterbatasan dan meraih kesejahteraan. Dengan kata lain, pengemis yang tampak pasrah merupakan manifestasi dari sistem sosial yang belum mampu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap orang untuk berkembang dan mencapai kehidupan yang lebih baik.

📚 Artikel Terkait

Seteru NURANI

Guru SDN 13 Susoh Raih Medali Emas dan Perunggu di PON, Ini Kata Ketua IGI Abdya

Sensasi Kuliner Betawi Asli Di Banda Aceh

Gol A Gong Akan Menerbitkan 10.000 Fiksi Mini Indonesia Pemecah Rekor Setebal Bantal

Dalam kasus ini, penulis sempat mewawancarai salah satu pengemis di area sekitaran masjid Raya Baiturrahman. Seorang wanita dewasa yang berusia sekisaran 50 tahun terlihat sehat secara fisik dengan menuntun seorang wanita yang terlihat cacat secara fisik dengan penampilan lusuh serta kumuh dibawa berkeliling sambil menenteng sebuah ember. Dulunya bekerja sebagai asisten rumah tangga, wanita dewasa ini kini mengandalkan mengemis untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarga.

Setelah majikannya pindah, ia mengaku tak ada pekerjaan lain yang didapatkan. Wanita yang terlihat cacat fisik tersebut merupakan adiknya, dan sebelumnya hanya ditempatkan di Masjid Raya untuk mengemis tanpa diajak berkeliling. Namun sejak tahun 2013, ia mulai menuntun adiknya untuk berkeliling, berharap bisa mendapatkan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya keputusan tersebut menjadi satu-satunya cara yang ia miliki untuk bertahan hidup.

Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, fenomena pengemis ini merupakan salah satu contoh dari banyaknya masalah kesejahteraan sosial yang belum teratasi secara menyeluruh. Masalah kesejahteraan sosial yang cukup kompleks, ditambah dengan penanganan yang sering kali tidak tuntas dan tidak terpadu, memperlihatkan bahwa masih ada tantangan besar dalam mencapainya. Merujuk pada UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, setiap individu berhak mendapatkan jaminan sosial yang dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak serta meningkatkan martabatnya, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.

Namun, kenyataannya kesejahteraan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat masih belum tercapai secara merata, yang menjadi tantangan besar yang harus diperhatikan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial, pengemis masih tetap ada di tengah masyarakat, yang menunjukkan bahwa masalah ini belum dapat diatasi secara menyeluruh.

Selama ini, pengemis seringkali hanya ditertibkan dan dibina agar tidak terlihat di tempat-tempat umum karena dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat. Namun, pendekatan ini tidak cukup untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial secara tuntas. Faktanya, setelah penertiban dilakukan, keberadaan pengemis masih tetap ada, bahkan bisa meningkat, karena penyebab utama dari fenomena ini yaitu kemiskinan dan ketidakmerataan akses terhadap kesejahteraan sosial yang belum teratasi dengan baik.

Dengan demikian, penanganan masalah pengemis tidak hanya dapat difokuskan pada penertiban fisik atau pembinaan sementara. Perlu adanya penanganan lebih dalam yang mencakup pemberdayaan sosial, akses pendidikan, pelatihan keterampilan, serta jaminan sosial yang lebih merata, sangat diperlukan untuk menangani akar masalah ini secara lebih efektif. Sebab, kesejahteraan sosial yang sejati hanya bisa terwujud jika seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh hak dasar mereka untuk hidup layak dan bermartabat.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 304x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 193x dibaca (7 hari)
Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa
Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa
18 Jan 2026 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: Perempuan
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
156
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00