
Oleh Tabrani Yunis
Pagi telah pergi
Melambung tinggi
Seperti dalam bait puisi
Setia membunuh sepi
Bukan kerana sendiri
Namun ramai nan menyepi
Seperti pagi ini
Di relung hati
Menjelang tengah hari
Kala mentari berdiri di ubun-ubun bumi
Seperti menjulang di ambang bukit tsunami
Getaran mengguncang bumi
Berhambur menyelamatkan diri
Dihempas naluri insani
Pagi tlah terlewati
Sepi menyepi ke hulu dan kembali ke hilir
Mentari pun melemparkan haru
catatan kecil dalam cibir getir
Menghujam sepi di bibir waktu
Kesunyian nurani kian ke pinggir
Melebur hancur menerpa debu
Hingga pagi kembali hadir
Bersama mentari nan tak pernah galau
Menyambut pagi membuang sepi
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 327x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 316x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 211x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
















