🔊
Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis
Pagi telah pergi
Melambung tinggi
Seperti dalam bait puisi
Setia membunuh sepi
Bukan kerana sendiri
Namun ramai nan menyepi
Seperti pagi ini
Di relung hati
Menjelang tengah hari
📚 Artikel Terkait
Kala mentari berdiri di ubun-ubun bumi
Seperti menjulang di ambang bukit tsunami
Getaran mengguncang bumi
Berhambur menyelamatkan diri
Dihempas naluri insani
Pagi tlah terlewati
Sepi menyepi ke hulu dan kembali ke hilir
Mentari pun melemparkan haru
catatan kecil dalam cibir getir
Menghujam sepi di bibir waktu
Kesunyian nurani kian ke pinggir
Melebur hancur menerpa debu
Hingga pagi kembali hadir
Bersama mentari nan tak pernah galau
Menyambut pagi membuang sepi
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





