POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Krisis Nalar ?

RedaksiOleh Redaksi
June 30, 2022
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

“Opo maneh iki…” pasti itulah komen suheng saya almukarom al Hajj Losuhu Satria Dharma ketika membaca judul posting ini. Dan itu wajar, karena beliau sudah kelamaan siu lian dan hanya membaca Liam Keng di Lian Bu Thia, tidak ikuti geger dunia kang ouw.

Sesudah haqqul yaqin perkara rendahnya kompetensi numerasi murid (tentu karena gurunya) melalui TOT Tastaka guru SD/MI di 30 lebih Kab/Kota dan “sentra” Ponpes, kami memulai TOT Tastaba di DKI dan Rembang dan tak lama lagi di seluruh Kabupaten Muara Enim dengan sponsor PTBA Tbk. Akhirnya bermunculan testimoni para guru SD/MI sampai dengan SLTA rendahnya kemampuan membaca murid-murid mereka.

📚 Artikel Terkait

Koperasi Lawan Tanding Kapitalisme

INDAHNYA LANGSA DI MATA HATIKU

Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor?

Lembaga Panglima Laot Aceh Mau Dibawa Ke Mana?

Kami menjalankan Gernas Tastaba (Pemberantasan Buta Membaca) awalnya karena gundah gulana dengan kondisi “Functionally Illiterate” atau Buta Huruf Fungsional atau mampu membaca, namun tak memahami arti yang dibaca, sehingga kemampuan membacanya tidak berfungsi. Alamak ternyata, membacapun sebagian dari mereka tak mampu.

Saya langsung “kebelet ngising”, maaf, itu kondisi psikologis ketika saya cemas. “Lha laopo cemas dan sampek apene ngising sembarang…” itu pasti respon Suheng Locianpwe Satria, jika saya juga wadul. “Anak bukan, bojo opo maneh, ponakan ? Tetangga ? Putu ?…. semua juga bukan”. Itu mesti penekanan beliau dewa “setengah manusia” titisan Bu Kek Sian Su itu jika saya ngroweng terus.

Lha bijimane suheng. 27 bayi lahir dari 100 kelahiran jelas KUNTHET, bukan hanya bodinya tetapi uteke yo melok kunthet atau bahasa krupuke “Bantat” yo wis emploken. Lantas sisanya yg 78 itu ndak diajari mikir (bernalar-bhs keren) dan yg mampu cuma 2 dari 10. Artinya, hanya kurleb 16 murid dari 100 murid yg nantinya menjadi lelaki/perempuan dewasa dari 100 kelahiran yg bisa mikir. Sisanya “ndlahom bin ngowoh”. Opo suheng ndak “kebelet ngising” ?

Bayangkan yang 16 % itu setengahnya mengabdi sebagai warga dunia, nggak mikiri Indonesia. Sisa 8 % dibagi ke perusahaan swasta bergaji besar, menjadi dosen, rektor, Menteri, Staf khusus, Dirjen dan ibu Rumah Tangga elit. Lantas, bagaimana nasib KAYPANG kita. Punahlah Ilmu Tongkat Pemukul Anjing kita Suheng…. karena nggak kebagian yang 16 % itu.

Jadi, ayo suheng keluar dari Lian Bu Thia, mulai lagi obrak abrik para Thaikam yang nggak bener itu dan kita “kebelet ngising” bersama. Ojok tencrem yo… ayahab iku.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Prewel Ltd, Komunitas yang Masih Setia dengan Sepeda Ontel

Prewel Ltd, Komunitas yang Masih Setia dengan Sepeda Ontel

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00